Yunani Setia dengan Eropa, Yield Obligasi Spanyol & Italia Turun

Yunani Setia dengan Eropa, Yield Obligasi Spanyol & Italia Turun

Metta Pranata - detikFinance
Selasa, 19 Jun 2012 07:25 WIB
Yunani Setia dengan Eropa, Yield Obligasi Spanyol & Italia Turun
Paris - Imbal hasil (yield) obligasi Spanyol dan Italia langsung turun tajam hari ini setelah partai pro bailout berhasil jadi meraih suara mayoritas di pemilu Yunani kemarin. Di pasar sekunder pukul 06: 30 GMT, yield obligasi utang Spanyol turun jadi 6.767% dari 6.838% Jumat lalu.

Sementara yield utang 10 tahun Italia juga turun jadi 5.847% dari 5.912%. Harga pinjaman untuk Spanyol dan Italia baru-baru ini melejit karena para investor cemas akan dampak yang mungkin terjadi jika Yunani keluar dari zona euro.

β€œHasil pemilu Yunani memiliki dampak signifikan pada pasar Eropa di awal pekan ini. Hasilnya berpihak pada pengambilan resiko setidaknya dalam jangka pendek,” kata analis dari BNP Paribas dalam catatannya kepada klien, dikutip dari AFP, Selasa (19/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasar Asia yang lega atas hasil pemilu Yunani berdampak pada bursa Tokyo yang ditutup naik 1.77% demikian pula Hong Kong yang ikut naik 1.55%. Euro juga menguat jadi US$ 1.2720 dibandingkan US$ 1.2644 pada Jumat lalu.

Pemilu 17 Juni merupakan yang kedua kalinya diadakan setelah 6 minggu lalu Yunani gagal membentuk pemerintahan. Berdasarkan survey yang digelar sebelum pemilu berlangsung, partai sayap kiri Syriza yang menolak bailout dan program penghematan mendapat mayoritas dukungan warga Yunani.

Hal ini menyulut kekhawatiran di kalangan investor akan nasib Yunani. Apakah yang terjadi jika Yunani sampai keluar dari Uni Eropa? Bahkan seminggu sebelum pemilu, terjadi deposit flight besar-besaran di bank-bank Yunani hingga mencapai 900 juta euro dalam sehari.

Namun kemarin, partai New Democracy berhasil menang tipis dari Syriza dengan perolehan suara 30% banding 27%. Pemimpin New Democracy, Antonio Samaras berjanji menghormati komitmen Yunani dengan Eropa dan minta dukungan partai lain membentuk koalisi untuk menyelamatkan negara.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads