Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar mengungkapkan pihaknya telah sepakat dengan para pemegang saham untuk tidak membagikan dividen guna memperkuat keuangan perusahaan Grup Bakrie tersebut.
"Kami telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk menggunakan keuntungan sebagai cadangan usaha," ungkap usai acara RUPS tahunan PT Bakrie and Brothers di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laba ini ditopang oleh pendapatan sektor perdagangan, jasa dan investasi yang meningkat signifikan, dari Rp 8,41 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 10,55 triliun pada tahun 2011," papar Bobby.
Bobby mengatakan laporan keuangan BNBR pada tahun 2011 jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya mengingat pada tahun 2010 BNBR membukukan rugi sebesar Rp 6,99 triliun.
Bobby mengungkapkan perseroan pun akan terus melanjutkan upaya-upaya serius dalam pengurangan kewajiban hutang dan bunganya. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya debt to equity ratio perseroan dari 93,24% pada tahun 2010 menjadi 88,03% pada tahun 2011.
Untuk diketahui, tidak ada pergantian direksi baru pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahun ini.
(zul/ang)











































