Saham Tambang Diburu, IHSG Melesat 63 Poin

Saham Tambang Diburu, IHSG Melesat 63 Poin

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2012 16:17 WIB
Saham Tambang Diburu, IHSG Melesat 63 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 63 poin akibat aksi borong di saham-saham tambang. Investor mulai kembali percaya diri di tengah kekhawatiran krisis utang Uni Eropa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.450 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin Rp 9.440 per dolar AS.

Membuka perdagangan, IHSG bertambah 9,073 poin (0,23%) ke level 3.889,889 setelah disemangati oleh positifnya bursa global dan regional. Investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan krisis utang Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana Federal Reserve memberikan tambahan stimulus dalam rangka menggenjot pemulihan ekonomi serta antisipasi memburuknya krisis utang Uni Eropa menjadi sentimen positif yang menggerakkan bursa.

Akibat maraknya aksi beli tersebut IHSG mampu bertahan di zona merah. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 3.944,058.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 33,996 poin (0,87%) ke level 3.914,812 menyusul aksi borong di saham-saham tambang. Indeks kembali bercokol di level 3.900.

Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham tambang blue chip. Investor lokal semangat beli, sementara asing masih memilih jual.

Menutup perdagangan, Rabu (20/6/2012), IHSG melaju 63,081 poin (1,62%) ke level 3.943,897. Sementara Indeks LQ45 menanjak 12,870 poin (1,94%) ke level 675,292.

Aksi borong saham menjelang penutupan perdagangan berhasil melambungkan poin IHSG. Indeks pun melaju paling kencang di antara bursa-bursa Asia lainnya.

Investor domestik paling getol beli saham, sementara asing masih terus melepas saham akibat sentimen krisis utang Eropa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 72,589 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 165.610 kali pada volume 9,429 juta lot saham senilai Rp 4,137 triliun. Sebanyak 213 saham naik, sisanya 54 saham turun, dan 71 saham stagnan.

Hanya pasar saham China yang mengalami koreksi, sedangkan bursa-bursa di Asia lainnya berhasil bertahan di teritori positif sampai penutupan perdagangan sore ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melemah 7,92 poin (0,34%) ke level 2.292,88.  
  • Indeks Hang Seng naik 102,18 poin (0,53%) ke level 19.518,85.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 96,44 poin (1,11%) ke level 8.752,31.  
  • Indeks Straits Times menguat 6,72 poin (0,24%) ke level 2.849,13.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 59.950, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 900 ke Rp 14.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 37.450, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 21.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 550 ke Rp 7.000, Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 180 ke Rp 1.010, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.000, dan Sona Topa (SONA) turun Rp 100 ke Rp 1.900.


(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads