Pemegang saham produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menyetujui pembagian dividen Rp 18,36 miliar atau 12,86% dari perolehan laba bersih 2011 Rp 143 miliar. Nilai tersebut setara Rp 2 per saham.
Demikian disampaikan Presiden Direktur Multistrada Pieter Tanuri dalam siaran pers, Rabu (20/6/2012).
Pemegang saham perseroan juga menyetujui alokasi 87,14% atau Rp 124,4 miliar dari laba bersih sebagai laba ditahan atau retained earning.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini merupakan bagian dari rencana strategis perseroan mengintegrasikan model bisnis dari hilir ke hulu. Multistrada kini memiliki dua bisnis yakni manufaktur ban dan perkebunan karet. Dengan persetujuan pemegang saham tersebut, akan memberikan keleluasaan bagi Perseroan untuk memperkuat pertumbuhan Perseroan dimasa mendatang," jelas Pieter.
Sepanjang 2011 volume produksi perseroan tercatat 7,1 juta ban untuk Passenger Car Radial (PCR) dan 3,2 juta ban untuk Motorcycle (MC). Angka produk tersebut tumbuh solid 28% untuk PCR dan 28% untuk MC. Peningkatan ini berkat rampungnya peningkatan kapasitas pabrik pada akhir 2011 lalu. Dengan demikian, sepanjang 2011 tingkat utilisasi telah mencapai 83%.
Pertumbuhan penjualan di 2011 mencapai 43% menjadi Rp 2,86 triliun dibandingkan pencapaian 2010 sebesar Rp 2,01 triliun. Sedangkan pada triwulan I-2012 pertumbuhan penjualan masih menunjukan pertumbuhan stabil di kisaran 20% yakni Rp 794 miliar dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar Rp 657 miliar.
Segmen ekspor masih menjadi backbone penjualan, 73% dari total penjualan didapat dari penjualan ekspor, sedangkan 27% merupakan penjualan domestik.
Pasar Asia Pacific masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan proporsi penjualan 19% dari total penjualan ekspor, disusul kemudian secara berturut-turut oleh Amerika 18%, Timur Tengah 17%, Eropa 11%, dan Afrika 9%.
Multistrada saat ini diperkuat oleh PT Multistrada Agro Internasional (MAI), anak usaha yang bergerak di bidang agrobisnis. Anak usaha ini akan mengembangkan HTI terutama karet untuk mengamankan pasokan bahan baku utama pembuatan ban yakni karet. (dnl/ang)











































