Khawatir Ekonomi Global Melambat, IHSG Jatuh 41 Poin

Khawatir Ekonomi Global Melambat, IHSG Jatuh 41 Poin

- detikFinance
Jumat, 22 Jun 2012 09:38 WIB
Khawatir Ekonomi Global Melambat, IHSG Jatuh 41 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 41 poin akibat kekhawatiran melambatnya perekonomian global. Jatuhnya harga-harga komoditas juga semakin memicu aksi jual.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.480 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG terkoreksi 38,428 poin (0,98%) ke level 3.863,360. Sedangkan Indeks LQ45 terpangkas 9,811 poin (1,47%) ke level 657,715.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (22/6/2012), IHSG jatuh 41,551 poin (1,07%) ke level 3.860,237. Indeks LQ45 anjlok 10,407 poin (1,55%) ke level 657,119.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terpangkas 42,405 poin (1,09%) ke level 3.859,383. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 8,294 poin (1,28%) ke level 659,232.

Kemarin, IHSG anjlok 42 poin menyusul lesunya data perekonomian China dan Eropa. Investor jadi punya banyak alasan untuk mengambil untung dan keluar dari lantai bursa sejenak.

Semalam, pasar saham Wall Street mengalami koreksi tajamnya sejak tiga pekan terakhir akibat melambatnya aktifitas manufaktur di seluruh dunia. Hal itu dikhawatirkan akan menggerus laba emiten-emiten.

Pasar saham regional kompak melemah di teritori negatif akibat sentimen negatif tersebut. Anjloknya cukup dalam, rata-rata lebih dari satu persen.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:
Indeks Komposit Shanghai anjlok 32,00 poin (1,40%) ke level 2.260,88.
Indeks Hang Seng melemah 222,98 poin (1,16%) ke level 19.042,09.
Indeks Nikkei 225 berkurang 44,93 poin (0,51%) ke level 8.779,14.
Indeks Straits Times turun 21,29 poin (0,75%) ke level 2.808,86.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.480 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads