PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) masih mengevaluasi rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Rencana ini akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) bulan ini.
"Belum ada rencana firmed. Sedang dievaluasi," kata Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar kepada detikFinance, Jumat (22/6/2012).
Penerbitan saham baru itu akan diserap oleh pemerintah selaku pemegang saham pengendali. Pemerintah berniat melakukan penambahan modal kepada maskapai plat merah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Emirsyah menilai penerbitan saham baru ini tidak akan terlaksana tahun ini. "No, tidak tahun ini," katanya.
Garuda berencana menerbitkan saham baru seri B. Saham itu akan diterbitkan tanpa pemberian hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan nilai Rp 8 miliar.
Saham baru ini diterbitkan untuk meningkatkan penyertaan modal negara. Dengan menerbitan saham baru ini, kepemilikan pemerintah bisa meningkat menjadi 15,65 miliar lembar saham atau sekitar 69,14%.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.00 waktu JATS, harga saham Garuda naik 10 poin (+1,49%) ke level Rp 680 per dolar AS. Sebanyak 9.810 lot sahamnya ditransaksikan 121 kali senilai Rp 3,298 miliar.
(ang/dnl)











































