Volatilitas Indeks Masih Tinggi

Rekomendasi Saham

Volatilitas Indeks Masih Tinggi

- detikFinance
Senin, 25 Jun 2012 07:29 WIB
Volatilitas Indeks Masih Tinggi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu turun 12 poin akibat aksi jual di saham-saham unggulan didorong sentimen negatif pasar global. Koreksi indeks bisa sedikit berkurang karena aksi beli jelang penutupan perdagangan.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (22/6/2012), IHSG turun 12,265 poin (0,32%) ke level 3.889,523. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,673 poin (0,56%) ke level 663,853.

Sedangkan, pasar saham di Wall Street berhasil rebound di akhir pekan setelah sebelumnya terkena koreksi tajam. Saham-saham bank memimpin penguatan kali ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 67,21 poin (0,53%) ke level 12.640,78. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 9,51 poin (0,72%) ke level 1.335,02. Indeks Komposit Nasdaq menanjak 33,33 poin (1,17%) ke level 2.892,42.

Hari ini, IHSG diprediksi akan kembali bergerak ke samping atas maraknya sentimen negatif dari pasar global. Volatilitas indeks juga diperkirakan masih akan tinggi.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 33,38 poin (0,38%) ke level 8.831,73. Β 
  • Indeks KOSPI melemah 11,02 poin (0,60%) ke level 1.836,37. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melemah menyusul menguatnya signal perlambatan manufaktur global dan juga data perumahan dan tenaga kerja yang buruk di Amerika. Manufaktur kawasan Eropa bulan Juni turun terburuk dalam 3 tahun dan manufaktur China juga memberikan tanda-tanda penurunan.

Manufaktur di daerah Philadelphia juga mengalami penurunan terburuk dalam 1 tahun sehingga memberikan signal manufaktur Amerika juga akan mengalami penurunan pada bulan ini. Existing home sales turun lebih buruk dari perkiraan awal dan juga jumlah orang yang mengambil tunjangan pengangguran naik melebihi ekspektasi awal.

Sehubungan dengan ekspektasi melemahnya perekonomian dunia, bursa global juga tertekan dengan penurunan harga komoditas yg merosot akibat data manufaktur yang buruk. Harga minyak dunia pekan lalu sudah di bawah USD80/barel atau terendah sejak 8 bulan terakhir.

Disamping krisis Eropa dan komoditas, sentimen negatif lain datang dari Moody's yang menurunkan rating bank-bank 15 bank besar dunia. Moody's menurunkan rating UBS, Morgan Stanley sebanyak 2 notch sedangkan Credit Suisse sebanyak 3 notch.

Bank-bank yang diturunkan ratingnya oleh Moody's adalah bank yang terekspos dan memiliki risiko kerugian dari kegiatan di pasar modal. Kami melihat faktor eksternal masih akan membayangi pergerakan IHSG.

Pekan lalu, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari kemenangan partai pro-bailout di Yunani. Akan tetapi, kemudian pasar segera menyadari bahwa penyelesaian krisis Eropa masih jauh dari kata akhir.

Mengawali pekan ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 3.860-3.900.

eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG kembali mengalami penurunan, namun penurunan hari ini terlihat sudah terbatas disbanding penurunan kemarin, dimana MACD Histogram masih di teritori positif begitu juga dengan level IHSG yang masih berada dalam area sidewaysnya 3850 – 3960. Biasanya ini merupakan pola retracement yang terjadi setelah break dari area sidewaynya dan masih dalam tahap wajar.

Untuk perdagangan hari ini kami melihat IHSG akan tetap berada di area sidewaysnya 3850 3960 dengan sentiment mixed, adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : CFIN, DOID, BUMI dan SGRO.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads