"Sekarang belum buka aja (AEC), saham kategori tidur sudah cukup banyak. Yang ditransaksikan hanya beberapa saham. Artinya yang lain tidak aktif," kata Direktur Eksekutif AEI, Isaka Yoga di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (25/6/2012).
"Dengan emiten asing masuk, lebih banyak lagi saham tidur. Saya tidak tahu kebijakan sebelum 2015 itu. Apa langsung dibuka atau kita cenderung protektif," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbasnya, saham-saham lawas yang telah lama tertidur pulas makin sulit bangkit. "Dengan makin banyak, AEI nilai lebih baik kuatkan dulu kualitasnya. Masih perlu waktu yang cukup panjang untuk persiapkan," tegas Isaka.
Masih menyisakan waktu dua tahun ke depan. Ini diharapkan menjadi kesempatan emiten Indonesia untuk berbebah. "Hal-hal seperti ini yang mungkin kita perlu pikirkan. Kita masih punya dua tahun lagi," imbuhnya.
(wep/dru)











































