IHSG Tepangkas 31 Poin Akibat Koreksi Saham Tambang

IHSG Tepangkas 31 Poin Akibat Koreksi Saham Tambang

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 25 Jun 2012 16:10 WIB
IHSG Tepangkas 31 Poin Akibat Koreksi Saham Tambang
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 31 poin akibat maraknya aksi jual. Saham-saham tambang terkoreksi sangat dalam sehingga menyeret indeks ke zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.475 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.440 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 3,342 poin (0,09%) ke level 3.886,181. Setelah dibuka menguat tipis, indeks langsung bergerak fluktuatif dalam rentang tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks terus bergerak naik-turun dalam rentang yang sempit. Indeks sempat jatuh ke posisi rendah di zona merah setelah itu langsung naik ke 3.893,467.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 2,220 poin (0,06%) ke level 3.887,303 akibat aksi tunggu yang dilakukan investor. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham murah.

Investor masih lakukan aksi tunggu terkait dengan maraknya sentimen negatif yang beredar di luar negeri. Beberapa investor ada yang memanfaatkan situasi dengan beli selektif di saham-saham murah.

Namun aksi jual tetap lebih dominan sehingga indeks pun meluncur jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 3.849,387. Saham-saham unggulan paling banyak kena tekanan jual.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (24/6/2012), IHSG ditutup terpangkas 31,934 poin (0,83%) ke level 3.857,589. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 6,755 poin (1,02%) ke level 657,098.

Sembilan sektor industri di lantai bursa terkena koreksi, dipimpin oleh indeks sektor tambang yang turun 2,17%. Indeks sektor infrastruktur berhasil menguat tipis, menjadi satu-satunya sektor yang menghijau.

Investor asing belum berhenti menarik dana dari pasar modal. Hingga sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 201,544 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.893 kali pada volume 6,437 juta lot saham senilai Rp 3,004 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 175 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Pasar saham di Asia akhirnya ditutup kompak melemah di zona merah. Bursa saham China memimpin pelemahan kali ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 36,76 poin (1,63%) ke level 2.224,11.  
  • Indeks Hang Seng melemah 97,68 poin (0,51%) ke level 18.897,45.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 63,73 poin (0,72%) ke level 8.734,62.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 16,67 poin (0,59%) ke level 2.811,42.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 26.450, Lion Metal (LION) naik Rp 650 ke Rp 10.250, Multi Prima (LPIN) naik Rp 325 ke Rp 2.800, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 300 ke Rp 9.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 19.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 21.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 13.950, dan Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.750.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads