Dibayangi Krisis Eropa, Wall Street Berhasil Rebound

Dibayangi Krisis Eropa, Wall Street Berhasil Rebound

- detikFinance
Rabu, 27 Jun 2012 07:30 WIB
Dibayangi Krisis Eropa, Wall Street Berhasil Rebound
Foto: Reuters
New York - Pasar saham Wall Street berhasil rebound meski dibayangi oleh sentimen krisis utang Uni Eropa. Saham-saham unggulan melaju di tengah perdagangan yang sepi.

Data perumahan Amerika Serikat (AS) yang naik lebih dari ekspektasi membuat saham-saham berhasil balik arah ke zona hijau setelah kemarin berjatuhan lebih dari satu persen.

Saham-saham konsumer melaju paling kencang di indeks S&P 500, dibuntuti oleh saham-saham berbasis energi, yang melompat 2,3% akibat naiknya harga minyak mentah jenis Brent.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi penguatan Wall Street sedikit tertahan akibat imbal hasil surat utang Spanyol yang naik hampir tiga kali lipat dari biasanya. Selain itu indeks kepercayaan konsumer AS juga turun ke level terendah dalam lima bulan di Juni.

"Memang harga saham-saham di AS masih menarik, untuk jangka panjang ini menjadi titik yang bagus untuk masuk, tapi bagaimana dengan risiko makro ekonomi yang membayangi pasar? Saya rasa efeknya sangat berat," kata John De Clue, kepala strategi pasar global dari U.S. Bank's wealth management group di Minneapolis dikutip dari Reuters, Rabu (27/6/2012).

Imbal hasil obligasi 10 tahun Spanyol kembali menanjak setelah minimnya permintaan. Padahal, investor bisa dapat untung signifikan dari tingginya bunga surat utang tersebut.

Pertemuan Uni Eropa yang aka digelar Kamis ini juga diprediksi tidak akan bisa mengubah arah kebijakan krisis yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 32,01 poin (0,26%) ke level 12.534,67. Indeks S&P 500 bertambah 6,27 poin (0,48%) ke level 1.319,99. Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 17,90 poin (0,63%) ke level 2.854,06.

Sebanyak 5,9 miliar lembar saham ditransaksikan di bursa New York, Nasdaq dan NYSE Amex. Angka ini jauh di bawah rata-rata transaksi harian 6,82 miliar tahun ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads