Hingga akhir tahun lalu 2011 lalu, perseroan sudah meraup omzet Rp 41,8 triliun naik 11,2% dari penjualan tahun lalu Rp 37,6 triliun. Menurut Direktur Gudang Garam Heru Budiman, laju pertumbuhan omzet itu tertahan oleh tingginya bea cukai dan pajak.
Selain tergerus pajak dan cukai, pendapatan Gudang Garam juga terhambat kenaikan harga cengkeh yang sempat mencapai 200%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikemukakan Heru usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2011 yang diselenggarakan di Hotel Grand Surya Jalan Dhoho, Kediri, Rabu (27/6/2012).
Perseroan juga berniat bagi dividen total Rp 1,924 triliun. Dananya diambil dari laba bersih perseroan tahun 2011 lalu yang mencapai Rp 4,9 triliun.
Dengan demikian setiap pemegang saham produsen rokok itu akan kebagian Rp 1.000 per lembar saham. Nilai dari dividen tersebut naik dari pembagian tahun lalu yaitu sebesar Rp 1,69 triliun atau setara Rp 880 per lembar.
(ang/dru)











































