Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.490 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 8,669 poin (0,22%) ke level 3.890,070 setelah berlanjutnya aksi beli. Investor juga masih menanti pertemuan petinggi Eropa yang akan digelar Kamis besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 36,160 poin (0,93%) ke level 3.917,561 berbarengan bursa-bursa di Asia. Investor dapat semangat dari menguatnya Wall Street semalam.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham konsumer yang kemarin sudah menukik tajam. Investor memanfaatkan saham-saham murah untuk aksi beli.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (27/6/2012), IHSG ditutup melesat 53,466 poin (1,37%) ke level 3.934,867. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,771 poin (1,47%) ke level 672,582.
Aksi beli mulai ramai di perdagangan sesi sore, terutama di saham-saham konsumer. Dua produsen rokok terbesar menjadi top gainer dengan pertumbuhan poin yang signifikan.
Sedangkan transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 403,532 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 132.577 kali pada volume 10,32 juta lot saham senilai Rp 4,682 triliun. Sebanyak 164 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 93 saham stagnan
Bursa di regional mengakhiri perdagangan dengan mixed cenderung menguat. Hanya bursa saham China yang terkena koreksi menjelang penutupan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
Indeks Komposit Shanghai turun 5,13 poin (0,23%) ke level 2.216,93.
Indeks Hang Seng menanjak 195,11 poin (1,03%) ke level 19.176,95.
Indeks Nikkei 225 naik 66,50 poin (0,77%) ke level 8.730,49.
Indeks Straits Times melonjak 37,08 poin (1,32%) ke level 2.842,71.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.050 ke Rp 62.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.500 ke Rp 51.500, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 23.200, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 15.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 550 ke Rp 5.900, Taisho (SQBI) turun Rp 250 ke Rp 149.750, Bank Mega (MEGA) turun Rp 225 ke Rp 2.925, dan Sucaco (SCCO) naik Rp 200 ke Rp 4.900.
(ang/dru)











































