Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan Komisi VI DPR telah menyetujui perseroannya melakukan right issue tahun ini. Menurutnya, dana dari aksi pemegang saham ini untuk menguatkan modal perusahaan.
"Tujuannya tidak lain untuk penguatan permodalan BTN, peningkatan profit dan banyak lagi," kata Iqbal di gedung DPR RI, Rabu (26/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pasarnya bagus, kita bisa right issue. Tapi keinginan kami pada triwulan III atau setelah lebaran sekitar bulan September dengan menggunakan pembukuan bulan April 2012," ungkapnya.
Nantinya, dengan Right Issue diharapkan akan meningkatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi sekitar 18% dari yang saat ini 14% dengan proyeksi harga Rp 1.620 per lembar saham.
"Right Issue juga akan menghasilkan net proceed dengan kisaran Rp 1,76 triliun hingga Rp 2,36 triliun yang akan digunakan seluruhnya untuk penyaluran kredit," ujarnya.
Bahkan Iqbal mengklaim dengan right issue yang akan dilakukan BTN juga memberikan manfaat bagi kepentingan nasional karena BTN akan memiliki dana tambahan untuk membantu rakyat berpenghasilan rendah.
"Yakni mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dimana dukungan terhadap industri perumahan, memberikan multiplier effect yang besar dan luas terhadap sektor lain," tambahnya.
Selain itu, tambah Iqbal, dengan right issue ini, akan membuat kepemilikan publik di BTN menjadi 40%.
(rrd/nia)











































