8 Perusahaan Paling Dibenci

8 Perusahaan Paling Dibenci

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 08:21 WIB
8 Perusahaan Paling Dibenci
Foto: Reuters
Jakarta -

Pelanggan, karyawan, pemegang saham dan pembayar pajak membenci korporasi-korporasi raksasa karena banyak alasan. 24/7 Wall St. meriset sederet perusahaan untuk menemukan mana saja yang paling dibenci di Amerika.

Riset dilakukan dalam dua paket. Pertama, riset publik mengenai kepuasan pelanggan, layanan pelanggan, penetapan harga produk dan jasa, serta kesan terhadap sebuah merek. Kedua, faktor lain turut yang jadi pertimbangan adalah pendapatan saat ini, perkiraan profit, pengembangan produk dan kualitas, serta penilaian merek.

Setiap perusahaan dianalisa berdasarkan beberapa kriteria, seperti: total pembagian dividen kepada pemegang saham dibandingkan perusahaan lain di sektor yang sama tahun lalu; opini analis keuangan, muatan negatif di media, pandangan pembayar pajak, Kongres dan White House.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa sajakah kedelapan perusahaan paling dibenci di Amerika tersebut? Berikut ini daftar lengkapnya, seperti dilansir dari 24/7 Wall St (2/7/2012):

8. Johnson & Johnson

Johnson & Johnson mengalami beberapa kali recall produk karena masalah yang dimulai dari Motrin dan Tylenol untuk anak-anak. Menurut AP, recall ini hanya salah satu dari lusinan masalah J&J sejak September 2009. Mulai dari produk obat bebas untuk anak dan dewasa seperti Tylenol, Motrin, Benadryl hingga obat khusus resep dokter untuk HIV, kejang, implan pinggang yang menyebabkan sakit luar biasa dan lensa kontak yang mengiritasi mata.

Orangtua seorang anak usia dua tahun baru-baru ini menuntut J&J karena anaknya meninggal setelah mengonsumsi Tylenol yang terkontaminasi. Pada Maret 2011, FDA mengambil alih tiga pabrik Tylenol milik J&J. Penjualan obat bebas J&J di triwulan ketiga 2011 turun 24% dibanding tahun lalu.

7. Bank of America

Pada September lalu, Bank of America mengumumkan PHK 30.000 karyawannya. Saham BoA telah turun sebanyak 55% dalam setahun. Bank ini juga terus menerus menghadapi tuntutan hukum dari pemerintahan federal, beberapa negara bagian dan pemegang sahamnya.

Di awal September, FHFA secara resmi mengumumkan tuntutan hukumnya terhadap 17 bank termasuk Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase dan Goldman Sachs mengenai sekuritas hipotek US$ 196 miliar. BoA dituntut karena merahasiakan salah satu ancaman hukum terbesarnya dari para pemegang saham.

Pelanggan ritel telah menunjukkan kekecewaannya atas pelayanan BoA. Tidak hanya mereka kerap berada di posisi terbawah setiap survey kepuasan pelanggan, namun 41,5% responden di survey MSN Money-IBOPE Zogby International mendefinisikan pelayanan BoA dalam kategori β€˜buruk.’

6. Best Buy

Peritel elektronik ini kehabisan barang tertentu yang telah dipesan orang-orang untuk Natal, tapi mereka tidak memberitahu pembeli hingga dua hari sebelum Natal. Melalui keterangan persnya, Best Buy menyebut membludaknya permintaan atas produk tertentu yang sedang dalam penawaran spesial menimbulkan gangguan penerimaan pesanan online.

Riset ForeSee baru-baru ini merilis daftar Kepuasan Peritel untuk masa liburan 2011. Kompetitor Best Buy, Amazon.com berada di peringkat teratas. Best Buy bahkan tidak masuk Top 20. Wall Street juga tidak senang dengan Best Buy karena harga sahamnya merosot 30% sepanjang 2011.

5. Goldman Sachs

Reputasi buruk Goldman Sachs mulai menempel sejak pemerintah menggugat mereka atas tuduhan penipuan pada 2010. Goldman Sachs sudah menyelesaikan masalahnya dengan pemerintah menggunakan US$ 550 juta, tapi denda ini dianggap terlalu ringan untuk bank sebesar Goldman.

Tuduhan penipuan belum berakhir, malah bertambah. Goldman menghadapi serangkaian tuntutan karena penjualan instrumen hipotek sebesar US$ 15,8 miliar. Federal Housing Finance Agency pada September lalu menuduh Goldman salah menafsirkan kualitas sekuritas perumahan berbasis hipotek senilai US$ 11,1 miliar.

Menurut laporan Wall Street Journal, Goldman setuju untuk membebaskan 25% saldo pokok 143 pinjaman hipotek kepada para peminjam di New YorkΒ  atau US$ 13 juta dari total saldo pokok US$ 52 juta. Uang US$ 13 juta itu kurang dari penghasilan seorang bankir senior di Goldman dalam setahun.

4. Nokia

Nokia membuat para pemegang sahamnya β€˜menangis’ karena harga sahamnya anjlok hingga 50% tahun lalu akibat persentase pasar ponsel pintar Nokia turun terus tiap triwulan. Nokia akan kehilangan posisinya sebagai penguasa pasar handset dunia oleh Samsung pada 2012 ini.

Nokia mendapat peringkat terendah untuk kategori kepuasan pelanggan secara keseluruhan di 2011 Wireless Traditional Mobile Phone Satisfaction Study oleh JD Power. Nokia juga mendapat skor ACSI terendah untuk kategori telepon nirkabel.

Menurut Interbrand, nilai merek Nokia turun 15% dibanding setahun sebelumnya. Nokia berusaha memperbaiki masa depannya melalui penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Microsoft (OS Windows digunakan di ponsel pintar Nokia).

Meski banyak bahasan heboh untuk Windows Mobile baru, kerjasama dengan pembuat OS mobile terlemah itu hanya makin membuat Nokia terpuruk.

3. AT&T

Belum lama ini AT&T menerima skor terendah dari JD Power untuk performa layanan pelanggan nirkabel. Mereka juga mendapat peringkat terendah untuk kategori layanan pelanggan dari ACSI. AT&T bermasalah dengan jaringan 3G-nya yang kini semakin parah dan ketinggalan.

AT&T diserang oleh pemerintah dan media atas indikasi usaha monopoli melalui pembelian T-Mobile. Pelanggan takut penggabungan dua perusahaan ini membuat mereka berkuasa untuk mengendalikan harga.

Operator nirkabel ini juga menerima peringkat kepuasan terendah untuk kategori provider layanan telepon seluler standar menurut Consumer Reports. Sementara di survey MSN Money-IBOPE Zogby International 2011, 26% pelangganan menilai layanan pelanggan AT&T β€˜buruk.’

2. American Airlines

Induk usaha American Airlines, AMR mengajukan kebangkrutan tahap 11 pada November 2011. Hal ini otomatis memangkas habis nilai kepemilikan seluruh pemegang saham. American Airline baru-baru ini terpilih sebagai maskapai penerbangan dengan layanan pelanggan terburuk menurut pemeringkat tahunan Middle Seat yang dipublikasikan Wall Street Journal.

Laporan itu menyebutkan American Airlines merupakan yang terburuk di antara maskapai penerbangan besar lainnya untuk pengelolaan bagasi dan jumlah penerbangan yang dibatalkan. Sepanjang 2011, American Airlines telah membatalkan 70% penerbangan lebih banyak daripada United dan Delta.

Dengan skor 63 menurut American Customer Satisfaction Index, American Airlines berada jauh di bawah Southwest yang mencetak skor 81.

1. Facebook

Dibandingkan situs jejaring sosial besar lainnya, Facebook memiliki skor kepuasan pelanggan terendah menurut American Customer Satistfaction Index. Facebook berulang kali membuat penggunanya kesal karena mengabaikan privasi pribadi dan hal-hal baru seperti Facebook timeline.

Facebook mendapat liputan negatif yang cukup signifikan karena memaksakan setting baru kepada pengguna yang mengubah bagaimana informasi personal mereka dibagi dengan orang lain. CEO Mark Zuckerberg baru-baru ini mengatakan tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.

Menurut survey MSN Money-IBOPE Zogby International 2011, sebanyak 25,9% pengguna Facebook menyebut layanan pelanggan perusahaan ini β€˜buruk’ alias peringkat terendah.
Halaman 2 dari 9
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads