Pelanggan, karyawan, pemegang saham dan pembayar pajak membenci korporasi-korporasi raksasa karena banyak alasan. 24/7 Wall St. meriset sederet perusahaan untuk menemukan mana saja yang paling dibenci di Amerika.
Riset dilakukan dalam dua paket. Pertama, riset publik mengenai kepuasan pelanggan, layanan pelanggan, penetapan harga produk dan jasa, serta kesan terhadap sebuah merek. Kedua, faktor lain turut yang jadi pertimbangan adalah pendapatan saat ini, perkiraan profit, pengembangan produk dan kualitas, serta penilaian merek.
Setiap perusahaan dianalisa berdasarkan beberapa kriteria, seperti: total pembagian dividen kepada pemegang saham dibandingkan perusahaan lain di sektor yang sama tahun lalu; opini analis keuangan, muatan negatif di media, pandangan pembayar pajak, Kongres dan White House.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8. Johnson & Johnson
|
|
Orangtua seorang anak usia dua tahun baru-baru ini menuntut J&J karena anaknya meninggal setelah mengonsumsi Tylenol yang terkontaminasi. Pada Maret 2011, FDA mengambil alih tiga pabrik Tylenol milik J&J. Penjualan obat bebas J&J di triwulan ketiga 2011 turun 24% dibanding tahun lalu.
7. Bank of America
|
|
Di awal September, FHFA secara resmi mengumumkan tuntutan hukumnya terhadap 17 bank termasuk Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase dan Goldman Sachs mengenai sekuritas hipotek US$ 196 miliar. BoA dituntut karena merahasiakan salah satu ancaman hukum terbesarnya dari para pemegang saham.
Pelanggan ritel telah menunjukkan kekecewaannya atas pelayanan BoA. Tidak hanya mereka kerap berada di posisi terbawah setiap survey kepuasan pelanggan, namun 41,5% responden di survey MSN Money-IBOPE Zogby International mendefinisikan pelayanan BoA dalam kategori βburuk.β
6. Best Buy
|
|
Riset ForeSee baru-baru ini merilis daftar Kepuasan Peritel untuk masa liburan 2011. Kompetitor Best Buy, Amazon.com berada di peringkat teratas. Best Buy bahkan tidak masuk Top 20. Wall Street juga tidak senang dengan Best Buy karena harga sahamnya merosot 30% sepanjang 2011.
5. Goldman Sachs
|
|
Tuduhan penipuan belum berakhir, malah bertambah. Goldman menghadapi serangkaian tuntutan karena penjualan instrumen hipotek sebesar US$ 15,8 miliar. Federal Housing Finance Agency pada September lalu menuduh Goldman salah menafsirkan kualitas sekuritas perumahan berbasis hipotek senilai US$ 11,1 miliar.
Menurut laporan Wall Street Journal, Goldman setuju untuk membebaskan 25% saldo pokok 143 pinjaman hipotek kepada para peminjam di New YorkΒ atau US$ 13 juta dari total saldo pokok US$ 52 juta. Uang US$ 13 juta itu kurang dari penghasilan seorang bankir senior di Goldman dalam setahun.
4. Nokia
|
|
Nokia mendapat peringkat terendah untuk kategori kepuasan pelanggan secara keseluruhan di 2011 Wireless Traditional Mobile Phone Satisfaction Study oleh JD Power. Nokia juga mendapat skor ACSI terendah untuk kategori telepon nirkabel.
Menurut Interbrand, nilai merek Nokia turun 15% dibanding setahun sebelumnya. Nokia berusaha memperbaiki masa depannya melalui penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Microsoft (OS Windows digunakan di ponsel pintar Nokia).
Meski banyak bahasan heboh untuk Windows Mobile baru, kerjasama dengan pembuat OS mobile terlemah itu hanya makin membuat Nokia terpuruk.
3. AT&T
|
|
AT&T diserang oleh pemerintah dan media atas indikasi usaha monopoli melalui pembelian T-Mobile. Pelanggan takut penggabungan dua perusahaan ini membuat mereka berkuasa untuk mengendalikan harga.
Operator nirkabel ini juga menerima peringkat kepuasan terendah untuk kategori provider layanan telepon seluler standar menurut Consumer Reports. Sementara di survey MSN Money-IBOPE Zogby International 2011, 26% pelangganan menilai layanan pelanggan AT&T βburuk.β
2. American Airlines
|
|
Laporan itu menyebutkan American Airlines merupakan yang terburuk di antara maskapai penerbangan besar lainnya untuk pengelolaan bagasi dan jumlah penerbangan yang dibatalkan. Sepanjang 2011, American Airlines telah membatalkan 70% penerbangan lebih banyak daripada United dan Delta.
Dengan skor 63 menurut American Customer Satisfaction Index, American Airlines berada jauh di bawah Southwest yang mencetak skor 81.
1. Facebook
|
|
Facebook mendapat liputan negatif yang cukup signifikan karena memaksakan setting baru kepada pengguna yang mengubah bagaimana informasi personal mereka dibagi dengan orang lain. CEO Mark Zuckerberg baru-baru ini mengatakan tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.
Menurut survey MSN Money-IBOPE Zogby International 2011, sebanyak 25,9% pengguna Facebook menyebut layanan pelanggan perusahaan ini βburukβ alias peringkat terendah.











































