Demikian disampaikan Direktur Investment Banking PT Bahana Securities, Andi Sidarta kepada detikFinance di Jakarta. Bahana bersama PT Mandiri Securities merupakan penjamin pelaksana emisi IPO BPD Jatim.
"Alokasi (penawaran saham) fixed dan pooling, 95%:5%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pre marketing yang telah dilakukan perseroan, terjadi permintaan 1,5 kali lebih tinggi dari investor. Dalam penawaran ke investor ritel ini, BPD Jatim lebih fokus menjual sahamnya asal Jawa Timur, kata Direktur Utama BPD Jatim Hadi Suprianto.
"Hasil bookbuilding kemarin, minat yang masuk 70% dari institusi, 30% ritel. Untuk pembangian (investor) asing dan lokal 85%:15%," ucap Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas, Iman Rahman, waktu itu.
Persentase ini dapat berubah, karena masih menunggu data terakhir penawaran saham BPD Jatim. Hasil penerbitan saham perdana lebih banyak digunakan untuk ekspansi jaringan. Perseroan berencana menambah 25 cabang dan 120 ATM.
"Dari 25 cabang tersebut, 17 di antaranya naik kelas dari kantor kas menjadi kantor cabang dan 8 cabang baru. Khusus di Jakarta, kita tambah tiga cabang baru di BSD, Bekasi dan Kelapa Gading. Biaya per cabang Rp 1 miliar. Kita lebih fokus pada ekspansi di Jatim melihat potensi yang masih terbuka luas," tegas Hadi.
(wep/ang)











































