Induk usaha RCTI, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), mengaku pernah ditawari kerjasama dalam hak siar Piala Dunia 2014 oleh PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).
Namun, kata Corporate Secretary MNC, Arya Sinulingga, penawaran yang diberikan salah satu usaha Grup Bakrie itu dinilai tidak menguntungkan perseroan.
"Yang ditawarkan (VIVA) nggak komersil. Secara bisnis nggak masuk, lagi pula itu cuma momen satu bulan untuk menambah uang," kata Arya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Arya enggan membeberkan detail dari tawaran kerjasama tersebut. Namun, ia mengatakan angka yang ditawarkan cukup rasional hanya saja tidak bisa memberi keuntungan maksimal kepada perseroan.
Dengan demikian, kata Arya, kelompok usaha milik konglomerat Hary Tanoe itu akan fokus mencari hajatan olahraga lain yang sama menguntungkannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, VIVA menggelontorkan dana US$ 61,54 juta atau setara Rp 553,86 miliar untuk membeli hak eksklusif siaran Piala Dunia 2014.
Pemegang ekslusif dari media rights World Cup 2014, PT Inter Sports Marketing (ISM) telah melakukan penandatangan licence agreement dengan tiga anak usaha VIVA, yakni PT Cakrawala Andalas Televisi, PT Lativi Medikarya, dan PT Digital Media Asia (DMA).
Beberapa analis menilai, jika tayangan tersebut dapat dimaksimalkan maka bisa menggenjot laba perusahaan Grup Bakrie tersebut. (ang/dnl)











































