Harga saham ini merupakan batas tengah dari kisaran yang sebelumnya dipublikasikan, Rp 1.460-Rp 1.750 per lembar. Perseroan juga telah menggelar roadshow international ke Singapura, Hong Kong, Inggris dan AS.
Direktur Utama Perseroan, Rudy Tanoesoedibjo menerangkan, minat calon investor dalam periode pre marketing cukup positif. "Dengan kondisi pasar saham saat ini, kami sangat meghargai minat dan kepercayaan yang ditunjukan oleh para calon investor kepada perseroan," kata Rudy di Jakarta, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil penawaran umum, sekitar 70% digunakan sebagai belanja modal diantaranya pembelian dekoder, antena, kartu tayang, dan peralatan penunjang penyiaran. Selain itu, dana IPO juga sebagai pelunasan pinjaman perseroan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 50 miliar.
Selain itu, perseroan juga akan melunasi utang dari pemegang saham pengendali, PT Global Mediacom Tbk sebanyak Rp 170 miliar yang didapatkan secara bertahap. Sisanya sebagai modal kerja berupa rekondisi dekoder dan perbaikan fasilitas kerja.
"Sebanyak 70% ekspansi. Sisanya pelunasan pinjaman dan modal kerja," tambah Rudy.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT MNC Securites. Keduanya menjamin kesanggupan penuh (full commitment) terdapat IPO MNC Sky Vision.
(wep/ang)











































