Fans Kecewa, MU Pilih Jual Saham di AS

Fans Kecewa, MU Pilih Jual Saham di AS

- detikFinance
Rabu, 04 Jul 2012 16:34 WIB
Fans Kecewa, MU Pilih Jual Saham di AS
Singapura - Para fans atau pendukung klub sepakbola asal Inggris Manchester United (MU) yang berada di Asia kecewa karena klub sepakbola tersebut memilih menjual saham perdananya (IPO) di Amerika Serikat (AS).

Seorang broker saham yang juga fans MU di Malaysia yaitu Sean Seah menyatakan, klub sepakbola berjuluk 'Setan Merah' ini mempunyai fans sebanyak 325 juta di Asia dari total 700 juta fans di seluruh dunia. Jadi akan lebih menguntungkan jika MU melakukan IPO di Singapura seperti rencana semula.

Namun MU memilih jalan lain, klub ini sudah mulai mengurus dokumentasi untuk melakukan IPO di bursa saham AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengecewakan karena klub tersebut tidak mencari modal di Asia," ujar Sean dikutip dari AFP, Rabu (4/7/2012). Sean mengatakan, MU tidak akan mendapatkan dana maksimal apabil melakukan IPO di AS.

"Jadi apabila 'Setan Merah' menjual sahamnya di Asia, para fans akan melahapnya. Sangat sederhana. Para fans MU di Asia sangat familiar dengan tim tersebut, memiliki saham bakal mempermudah mereka mendapatkan souvenir untuk koleksi," ujar Sean.

"Saya pikir, penjualan saham MU di AS tidak akan maksimal, karena minat masyarakat di sana terhadap sepakbola sangat kecil dibandingkan dengan Asia," lanjut Sean.

MU saat ini dimiliki oleh keluarga Glazer sejak 2005. Glazer merupakan miliuner olahraga asal AS, yang saat ini tengah terjebak dalam utang. Adapun jumlah utang MU per Maret 2012 adalah 423 miliar poundsterling.

Laba yang diperoleh MU dalam sembilan bulan terakhir sebelum Maret 2012 mencapai 38 juta pounsterling. MU menargetkan perolehan dana US$ 100 juta dari penjualan sahamnya di AS. Namun dari laporan lain, jika menjual saham di Asia, MU bisa memperoleh US$ 1 miliar.

"Saya sangat kecewa, padahal IPO tersebut sudah dekat dengan kami. Dan menjadi suatu kehormatan bagi kami jika MU IPO di sini," ujar salah seorang anggota MU Fans Club di Singapura Ken Lai.

Namun menurut salah seorang analis pasar modal yang berkedudukan di Singapura yaitu Justin Harper, MU memilih IPO di AS karena mempertimbangkan lebih besarnya ukuran ekonomi di AS, dibandingkan dengan pasar di Asia yang masih volatile.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads