Direktur Keuangan Kobexindo, Martio menjelaskan, perseroan merevisi target IPO dari 858 juta lembar atau 30% dari modal ditempatkan menjadi 272,5 juta saham. Pemangkasan dipicu oleh kondisi pasar global yang kurang menunjang meski investor menyatakan minat besar akan saham KOBX.
"Fundamtental baik tapi global market tidak mendukung. Pricing kita tertekan, ada di posisi bawah dari kisaran yang telah kita tetapkan," katanya di gedung BEI, Kamis (5/7/2012).
Penggunaan dana pun menjadi berubah. Hasil IPO hanya difokuskan untuk menambahan modal kerja perseroan. Peluanasan utang kepada dua bank sebesar US$ 10,5 juta terpaksa ditunda.
"Kita adjustement dari 30% ke 12%. Ada utang yang tadinya kita lunasi, kita berjalan saja karena sifatnya revolving," paparnya.
"Kita punya utang US$ 10,5 juta dari dua bank. US$ 7 juta dari DBS Bank dan US$ 3,5 Rexona Bank, dan tidak harus cari pengganti (refinancing)," ucapnya.
Hasil penawaran saham kemarin, sekitar 53,9% diserap oleh investor lokal. Asing hanya mendapat jatah 46,1%. Sedangkan komposisi ritel dan institusi masing-masing 32,4% dan 67,6%.
"Kendati jumlah saham IPO berkurang, kami optimis bisa menjaga laba bersih tetap tumbuh diatas 50% hingga akhir tahun nanti," kata Direktur Utama KOBX, Humas Soputro.
(wep/ang)











































