Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menilai membaiknya kondisi zona Eropa dapat memberikan pengaruh positif bagi penguatan nilai tukar rupiah pada semester II 2012.
Demikian disampaikan Darmin saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
"Kami memperkirakan tekanan pada rupiah cenderung merendah pada paruh kedua 2012. Gambaran langkah-langkah perbaikan Eropa sudah terlihat, walaupun masih perlu waktu. Kita perkirakan 2012 sedikit lebih baik. Kurs juga tidak selemah ini, akan sedikit lebih kuat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu kami perkirakan rata-rata niai tukar rupiah 2012 akan berada pada kisaran Rp 9.100 sampai Rp 9.300 per dolar AS," jelasnya.
Β
Saat ini, Darmin menyatakan nilai tukar rupiah lebih lemah dari asumsi dalam APBNP 2012 yang sebesar Rp 9.000 per dolar AS, akibat kondisi global. Hingga Juni 2012, nilai tukar rupiah secara rata-rata (bukan point to point) adalah Rp 9.171 per dolar AS, atau melemah 4,4% dibanding rata-rata 2011 sebesar Rp 8.768 per dolar AS.
"Kalau point to point, rupiah di akhir Juni 2012, melemah 3,45 persen ke level Rp 9.333 per dolar AS," tuturnya.
Darmin melihat pelemahan mata uang juga dialami oleh negara-negara sekawasan.
"Yang walaupun kita sedikit lebih tinggi, karena Korea kalau kita lihat average 2,97 persen, Thailand 2,1 persen, tapi India agak lebih berat 10,64 persen," pungkasnya.
(nia/dru)











































