Menurut Direktur Promosi dan Marketing Persib Bandung, Muhammad Farhan, Persib ingin berkembang hingga nantinya menjadi klub profesional yang mampu eksis. Salah satu caranya dengan mencatatkan saham di BEI pada akhir 2012.
Namun semangat Persib bisa terganjal oleh PSSI, yang masih kisruh diinternalnya. Persib bersama klub sepakbola lain menantikan hasil terbaik. PSSI menjadi regulator sepakbola yang solid dan mampu mengkreasi liga Indonesia secara profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tiba-tiba nggak punya Liga dimana? Jual (saham IPO) gimana?" tegas Farhan.
Untuk itu, Farhan berharap kisruh PSSI segera tuntas. "Kalau PSSI gagal, susah klubnya. Kalau tetap ingin bermain namun jadi anggota negara lain, kita bisa kena sanksi. PSSI harus ada konten yang proven," ucapnya.
Manejeman Persib percaya, dalam menciptakan industri sepakbola yang berkelas perlu perbaikan yang mendasar. Dari level klub, unit terkecil dalam sebuah liga.
"Dari kita yang mau berubah. Maka ini bisa jadi patokan untuk orang-orang dalam pengelolaan klub yang profesional," tutur Farhan.
Hasil IPO yang ditargetkan US$ 20 juta, lanjut Farhan, akan digunakan untuk membangun mess dan tempat latihan berstandar AFC.
"Dana US$ 20 juta untuk bangun pusat latihan dan base camp serta mess pemain dan pelatih bertaraf internasional. Tentu dengan pendanaan yang kuat dari investor. Namanya brand equity development dan brand equity management," pungkas Farhan.
(wep/ang)











































