"Untuk listing di 2012, tiga pertama sudah tercatat pada semester I. Tiga berikutnya menunda untuk mencatatkan sahamnya dan memilih untuk melakukan di semester II karena kemarin indeks bergerak fluktuatif," kata Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman di BEI, SCBD Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Meski demikian ada beberapa perusahaan yang tetap menjalankan proses IPO-nya sesuai jadwal. Demi meminimalisir dampak pasar global kepada kinerja saham perdana, manajemen serta underwriter menerapkan strategis khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini dapat terlihat dari IPO PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), perusahaan energi milik Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan. TOBA yang baru mencatatkan saham perdananya hari ini memangkas target IPO dari sebelumnya Rp 760 miliar menjadi hanya Rp 400,293 miliar.
Jumlah saham yang ditawarkan toba pun berkurang dari 317,996 juta lembar menjadi Rp 210,681 juta lembar. Range harga saham perdana dipatok Rp 1.900 per lembar atau berada di level bawah dari kisaran yang ditetapkan sebelumnya.
Setali tiga uang dengan TOBA, pemangkasan saham juga terjadi pada IPO. Manajemen KOBXerevisi target IPO dari 858 juta lembar dari modal ditempatkan menjadi 272,5 juta saham. Dana yang diraih otomatis menyusut menjadi Rp 190 miliar dari sebelumnya Rp 500 miliar.
"Fundamtental baik tapi global market tidak mendukung. Pricing kita tertekan, ada di posisi bawah dari kisaran yang telah kita tetapkan," ucap rektur Keuangan Kobexindo, Martio kemarin.
Penggunaan dana pun menjadi berubah. Hasil IPO hanya difokuskan untuk menambahan modal kerja perseroan. Peluanasan utang kepada dua bank sebesar US$ 10,5 juta terpaksa ditunda.
(wep/dru)










































