Laju saham perusahaan televisi berbayar ini pada lima menit pertama perdagangan melambat dan kini berada pada level Rp 1.590 per lembar. Tapi tetap naik dibandingkan harga perdana saham perseroan sebanyak Rp 60, atau 5,26%% dari harga perdana.
Saham MNC Sky Vision pada lima pertama perdagangan telah ditransaksikan sebanyak 48.766 lot dengan total volume Rp 41,03 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil IPO sekitar 70% digunakan sebagai belanja modal diantaranya pembelian dekoder, antena, kartu tayang, dan peralatan penunjang penyiaran. Selain itu, dana IPO juga sebagai pelunasan pinjaman perseroan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 50 miliar.
Selain itu, perseroan juga akan melunasi utang dari pemegang saham pengendali, PT Global Mediacom Tbk sebanyak Rp 170 miliar yang didapatkan secara bertahap. Sisanya sebagai modal kerja berupa rekondisi dekoder dan perbaikan fasilitas kerja.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT MNC Securites. Keduanya menjamin kesanggupan penuh (full commitment) terdapat IPO MNC Sky Vision.
(wep/ang)











































