Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 16,882 poin (0,42%) ke level 4.038,315 bersamaan dengan koreksi pasar saham Asia. Investor khawatir lambatnya pertumbuhan tenaga kerja AS bisa mempengaruhi ekonomi global.
Melambatnya data tenaga kerja AS menjadi lampu kuning bagi investor bahwa pemulihan ekonomi di negara tersebut melambat dan berpotensi menyeret ekonomi global. Longgarnya kebijakan moneter yang dilakukan China dan Eropa belum direspon oleh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (9/7/2012), jatuh 56,091 poin (1,39%) ke level 3.999,106. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,458 poin (1,65%) ke level 683,077.
Posisi IHSG juga sudah cukup tinggi dan masuk area jenuh beli akibat menguat dalam dua pekan terakhir. Investor asing juga mulai mengambil untung atas investasinya sejak beberapa perdagangan terakhir.
Seluruh indeks sektoral juga kompak berjatuhan ke teritori negatif. Rata-rata koreksinya cukup hebat, lebih dari satu persen, sedangkan paling dalam adalah sektor aneka industri, terkoreksi lebih dari dua persen.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 44.284 kali pada volume 2,951 juta lot saham senilai Rp 2,318 triliun. Sebanyak 38 saham naik, sisanya 197 saham turun, dan 62 saham stagnan.
Pasar saham di Asia masih betah di zona merah, malah koreksinya makin siang makin tinggi. Rata-rata koreksi di bursa regional juga cukup tinggi, lebih dari satu persen.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 24,94 poin (1,12%) ke level 2.198,64. Β
- Indeks Hang Seng anjlok 285,88 poin (1,44%) ke level 19.514,76. Β
- Indeks Nikkei 225 turun 96,97 poin (1,07%) ke level 8.923,78. Β
- Indeks Straits Times berkurang 31,65 poin (1,06%) ke level 2.946,90. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 28.000 ke Rp 180.000, Surya Citra (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 10.200, Jembo Cable (JECC) naik Rp 150 ke Rp 2.200, dan waran Royal Oak (RODA-W) naik Rp 75 ke Rp 275.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 60.150, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 ke Rp 49.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 22.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun RP 15.650.
(ang/dru)











































