"Piala dunia akan rugi karena (tender hak siar) kegedean. Kalau kita ambil, justified untuk menguntungkan investor publik," kata Harry, Group CEO MNC usai listing perusahaan televisi berbayarnya, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Rudy Tanoesoedibjo, adik Harry Tanoe pimpinan MNC Sky Vision menambahkan, dengan tidak adanya satu program olahraga eksklusif seperti piala dunia tidak mempengaruhi kinerja perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggan kita sudah biasa, karena sebelumnya kita juga tidak menyiarkan (piala dunia). Sesuatu yang terlalu mahal diatas kepantasan harga, kita tinggal," jelasnya.
Demi memanjakan pelanggan Indovision, Okevision atau Top TV, perseroan siap menambah 8 program ekslusif baru. Pendapatan rata-rata per pelanggan atau Average Revenue per User (ARPU) diharapkanmeningkat 2,36% hingga akhir tahun ini.
"Kami sedang menjajaki penambahan 5-10 program baru. Namun realistisnya sekitar 8 program. Masih dalam pembicaraan serius, termasuk salah satunya yaitu Ultimate Fighting Championship (UFC)," tambah Rudy.
Program didapatkan secara ekslusif dari luar negeri dan kombinasi dari program internal grup MNC.
"Saat ini ARPU kami sudah mencapai Rp 127 ribu. Di akhir tahun kami perkirakan dapat mencapai Rp 130 ribu. Rata-rata pelanggan telah menggunakan jasa kita selama 7-8 tahun," imbuhnya.
(wep/ang)











































