Koreksi pada perdagangan Senin waktu setempat merupakan yang ketiga secara beruntun bagi S&P 500. Menjelang pengumuman kinerja semester I-2012, investor menanti imbas melambatnya permintaan dari Eropa dan ekonomi Asia terhadap korporasi Amerika Serikat (AS).
"Kami rasa kinerja Q2 untuk S&P 500 akan baik kali ini... mungkin akan ada kemunduran sekitar 2%. Kami rasa musim laporan keuangan kali ini akan negatif," kata Jonathan Golub, kepala strategi pasar dari UBS di New York, dikutip dari Reuters, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor akan fokus kepada bagaimana emiten bertahan melawan krisis Uni Eropa di tengah banyak laporan kinerja yang meleset dari ekspektasi analis.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 36,18 poin (0,28%) ke level 12.736,29. Indeks Standard & Poor's 500 turun 2,22 poin (0,16%) ke level 1.352,46. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 5,56 poin (0,19%) ke level 2.931,77.
Volume perdagangan merupakan yang terendah tahun ini. Sebanyak 5,1 miliar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan Amex, sangat tipis jika dibandingkan rata-rata transaksi harian tahun ini sebanyak 6,85 miliar lembar.
(ang/ang)











































