Krisis Eropa Kembali Menekan Wall Street

Krisis Eropa Kembali Menekan Wall Street

- detikFinance
Rabu, 11 Jul 2012 07:53 WIB
Krisis Eropa Kembali Menekan Wall Street
New York - Pasar saham Wall Street kembali terkena tekanan dari krisis Eropa setelah pengadilan Jerman memundurkan jadwal pemberian dana talangan. Pelaku pasar juga menanti laporan kinerja emiten semester pertama.

Harga minyak juga kembali turun di bawah US$ 100 per barel menyusul lambatnya permintaan dari China bulan lalu. Tapi pasar saham Eropa malah menguat tak lama setelah Spanyol diberi dana bantuan Rp 333 triliun.

Sayangnya Jerman memutuskan untuk menunda dana bantuan Uni Eropa yang dikenal dengan European Stability Mechanism karena situasi pasar masih belum kondusif. Setelah pasar Eropa menguat, imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia juga menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga menyentuh titik terendahnya dalam dua tahun terakhir akibat banyaknya sentimen tersebut.

"Ini seperti menggali minyak, euro jatuh secara perlahan. Euro seolah tidak punya tulang belakang sekarang ini. Terus-terusan saja jatuh," kata Matthew Lifson, trader senior dan analis pasar dari Cambridge Mercantile Group di Princeton, New Jersey, dikutip dari Reuters, Rabu (11/7/2012).

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 83,17 poin (0,65%) ke level 12.653,12. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 10,99 poin (0,81%) ke level 1.341,47. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 29,44 poin (1,00%) ke level 2.902,33.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads