"Masing-masing ada time table-nya, namun sebelum September dan November," kata Eko di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Meski ia tidak menyebut nama-nama perusahaan negera tersebut, ia menegaskan, Bahana bersama tim di Kementerian BUMN tengah mengatur jadwal pelaksanaan IPO. Ini penting agar tidak terjadi bentrok pada saat periode penawaran umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detail pelaksanaan listing, menurut Eko, masing menunggu kesiapan internal serta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Berapanya juga masih tergantung parlemen," katanya.
"Namun yang ideal (jeda) waktu window-nya sekitar dua minggu," pungkasnya.
Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu A Djajanto menerangkan dua perusahaan plat merah siap IPO 2012.
Pertama, PT Semen Baturaja. Anak usaha PT Semen Gresik Tbk ini berniat menjual 35% sahamnya kepada publik. Target dana yang perseroan akan raih Rp 1,2 triliun.
Hasil IPO digunakan untuk ekspansi perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi. Untuk ekspansi produksi mencapai 2 juta ton, dan ekspansi pabrik memiliki kemampuan tambahannya sampai 1,5 juta ton.
BUMN kedua yang bersiap IPO adalah PT Waskita Karya. Pelepasan saham terlaksana pada triwulan IV-2012 dengan targer dana Rp 750-900 miliar.
Selain itu, Pandu menyebut calon kuat anak usaha BUMN lain yang siap IPO adalah PT Aerowisata Catering Services, serta anak usaha PT PLN yakni PLN Batam serta anak usaha PT Pertamina, PT Pertamina Drilling Services Indonesia.
(wep/ang)











































