Asing Ambil Untung, IHSG Anjlok 35 Poin

Asing Ambil Untung, IHSG Anjlok 35 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 12 Jul 2012 16:10 WIB
Asing Ambil Untung, IHSG Anjlok 35 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 35 poin menyusul aksi ambil untung yang dilakukan investor asing. Saham-saham komoditas paling banyak dilepas investor.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 9.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin di Rp 9.455 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 9,475 poin (0,24%) ke level 4.009,659 menjelang pengumuman BI Rate siang nanti. Indeks terkena sentimen negatif melemahnya pasar global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi jual langsung marak sejak pembukaan perdagangan. Sentimen negatif datang dari pasar global menyusul tidak akan adanya rencana stimulus The Federal Reserve dalam waktu dekat.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan hari ini. Posisi terendah indeks yang disinggahinya hari ini di 3.963,469.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 43,257 poin (1,08%) ke level 3.975,876 menyusul aksi jual investor lokal. Pelaku pasar masih menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan kembali mempertahankan BI Rate di 5,75%. Keputusan untuk menahan suku bunga acuan BI di 5,75% ini telah dilakukan selama 6 bulan berturut-turut.

Saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas, menjadi yang paling banyak dilepas investor hari ini. Hampir seluruh sektor terkena koreksi, dipimpin oleh saham-saham tambang.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup anjlok 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120. Sementara Indeks LQ45 ditutup ambles 8,210 poin (1,20%) ke level 680,861.

Hanya sektor infrastruktur yang berhasil naik ke zona hijau meski hanya menguat tipis. Investor lokal paling getol ambil untung hari ini.

Investor asing mulai ambil untung setelah kemarin akumulasi saham. Sore ini, transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 157,005 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.047 kali pada volume 6,886 juta lot saham senilai Rp 4,086 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 199 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Pasar saham di Asia rata-rata masih terjebak di zona merah akibat aksi ambil untung. Hanya bursa saham China yang berhasil naik tipis menjelang penutupan perdagangan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 10,11 poin (0,46%) ke level 2.185,49.  
  • Indeks Hang Seng terjun 394,76 poin (2,03%) ke level 19.025,11.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 130,99 poin (1,48%) ke level 8.720,01.  
  • Indeks Straits Times turun 11,31 poin (0,38%) ke level 2.978,00.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 45.000 ke Rp 272.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 7.400, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 50.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 14.900, dan Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 22.300.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads