Membuka perdagangan akhir pekan,IHSG naik tipis 0,354 poin (0,01%) ke level 3.984,474. Pelaku pasar masih hati-hati merespons sentimen yang mixed dari pasar global dan regional.
Aksi beli dorong IHSG terus menguat secara perlahan. Posisi tertinggi yang bisa diraihnya sampai siang ini berada di level 4.016,860.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang kemarin sudah terkena tekanan jual kini mulai diburu kembali. Tapi sayang saham-saham finansial malah terkoreksi.
Investor berburu saham-saham murah lapis dua, beberapa saham blue chip juga menjadi incaran. Investor asing kembali getol mengincar saham-saham yang kemarin sudah turun.
Transaksi di lantai bursa sedikit meningkat karena adanya transaksi tutup sendiri saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai Rp 562,5 miliar di pasar reguler oleh broker BNP Paribas Securities Indonesia (BW).
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 44.046 kali pada volume 4,681 juta lot saham senilai Rp 2,957 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa saham China yang pagi tadi memimpin penguatan di bursa regional malah terjerembab sendirian ke zona merah. Sementara pasar-pasar saham Asia lainnya masih bisa menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 0,67 poin (0,03%) ke level 2.184,82. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 86,15 poin (0,45%) ke level 19.111,26. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 26,55 poin (0,30%) ke level 8.746,56. Â
- Indeks Straits Times menguat 7,22 poin (0,24%) ke level 2.979,26. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 59.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 23.300, Multi Bintang (MBLI) naik Rp 500 ke Rp 695.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 23.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 18.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 21.500, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.000, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 7.850.
(ang/dru)











































