Humpuss Intermoda Tunjuk 3 Penjamin Emisi Obligasi

Humpuss Intermoda Tunjuk 3 Penjamin Emisi Obligasi

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2004 13:53 WIB
Jakarta - PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menunjuk tiga penjamin emisi untuk penerbitan obligasi sebesar Rp 300 miliar yakni PT Namalatu Cakrawala Securities, PT Andalan Artha Advisindo Securities dan PT Investindo Nusantara Securities. Obligasi tersebut memiliki dua seri dengan jangka waktu 3 dan 5 tahun.Obligasi ini akan ditawarkan pada akhir November 2004 dengan masa pencatatan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada Desember 2004. Sedangkan indikasi bunga yang ditawarkan adalah bunga tetap di kisaran 13,5-14,5 persen.Demikian diungkapkan Direktur Utama HITS, Eddy Pramono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Crowne Plaza, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/8/2004).Menurut Eddy, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembelian armada tongkang sebanyak 20 set yang terdiri dari tug dan barge senilai Rp 250 miliar. Sedangkan sisanya Rp 50 miliar akan digunakan untuk modal kerja.Saat ini, HITS memiliki 13 kapal tanker untuk mengangkut minyak dan gas alam cair (LNG), terutama milik Pertamina, dan 3 set kapal tongkang yang disewa. Dengan emisi obligasi tersebut, nantinya HITS akan memiliki kapal tongkang sendiri.Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, per Juni 2004, HITS mencatat laba bersih Rp 78,893 miliar dengan pendapatan Rp 320 miliar. Sedangkan hingga akhir tahun 2004, pendapatan ditargetkan mencapai Rp 662,647 miliar, dengan target laba bersih Rp 175,097 miliar.Naiknya harga minyak dunia, menurut Eddy, tidak memberi dampak langsung terhadap naiknya harga sewa tanker, karena kebanyakan kontrak sewa berjangka panjang yang mencapai 80-90 persen. Kenaikan baja dan besi dinilai lebih berpengaruh terhadap peningkatan sewa kapal yang dalam dua tahun terakhir telah mencapai 50 persen. Meski ada kenaikan biaya, diakui Eddy, order sewa tanker tidak berkurang.Pembangunan PLTUPada kesempatan tersebut, Eddy juga menjelaskan, perseroan berencana membangun pembangkit listrik mini (mini power plant) di Lampung dengan investasi senilai US$ 35 juta. Dana untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tersebut sebesar 30 persen berasal dari ekuitas perusahaan dan 70 persen dari suplier kredit serta pinjaman bank.Ia menambahkan, pembangunan PLTU ini akan dimulai pada pertengahan tahun 2005 dan dijadwalkan selesai akhir tahun 2006. Dengan demikian, kontribusi pendapatan dari PLTU diperkirakan baru bisa diperoleh pada tahun 2007. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads