IHSG Anjlok 10,505 Poin

IHSG Anjlok 10,505 Poin

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2004 16:26 WIB
Jakarta - Tekanan jual yang melanda saham-saham unggulan, terutama saham Telkom dan Unilever, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada penutupan perdagangan Selasa (24/8/2004) anjlok hingga 10,505 poin pada level 738,866.Indeks LQ-45 yang mencakup 45 saham yang paling aktif diperdagangkan turun 2,489 poin pada level 160,272, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,858 poin pada level 122,346, Indeks Papan Utama (MBX) turun 3,587 poin pada level 196,080 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 1,481 poin pada level 173,633.Meski indeks turun tajam, transaksi perdagangan di pasar reguler tidak terlalu signifikan dimana tercatat frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 9.824 kali pada volume 2.314.429 lot saham senilai Rp 470,178 miliar. Sebanyak 17 saham mencatat kenaikan harga, 84 saham mengalami penurunan harga dan 278 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga di jajaran top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 menjadi Rp 12.750, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 7.400, Unilever (UNVR) turun Rp 150 menjadi Rp 3.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.175, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 1.150 dan Timah (TINS) turun Rp 25 menjadi Rp 1.975Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga di deretan top gainer di antaranya Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 9.850, Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 5.900, Bank NISP (NISP) naik Rp 25 menjadi Rp 550, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.275 serta Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 5 menjadi Rp 325.Penurunan indeks yang cukup tajam hari ini terutama dimotori melorotnya saham Telkom dan Unilever. Saham Telkom turun karena emiten tersebut telah memasuki masa ex dividen yang rencananya akan dibayarkan pada 7 September 2004. Sedangkan saham Unilever anjlok karena beredar kabar emiten itu diperkirakan akan mengalami penurunan proyeksi laba bersih tahun 2004 seiring meningkatnya beban biaya akibat tingginya harga minyak dunia.Melemahnya saham Telkom dan Unilever tersebut akhirnya membuat investor melepas saham-saham unggulan lainnya seperti Gudang Garam dan Bank Mandiri. Bahkan pada perdagangan hari ini, indeks sempat terperosok hingga 18 poin karena aksi jual para investor. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads