"Jika melihat dari tahun 1998 hingga sekarang hanya ada 18 BUMN yang IPO," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Ini berarti tidak setiap tahun pemerintah melakukan IPO BUMN. Padahal perusahaan plat merah menjadi 'barang' seksi untuk ditransaksikan investor. Untuk itu Ito tidak bosan-bosan untuk mendorong BUMN merah ini menjadi perusahaan terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Kementerian BUMN, sepanjang 2011 dari 141 perusahaan negara 118 diantaranya meraih laba dengan total nilai keuntungan Rp 123,93 triliun. Sisanya, 23 BUMN masih sakit dan menderita kerugian Rp 3,2 triliun.
Sebagai catatan, BUMN yang bergelar perusahaan Tbk masuk dalam daftar perusahaan negara yang meraih untung. Diantaranya, PT Antam Tbk (ANTM) laba Rp 1,927 triliun, PT Timah Tbk (TINS) laba Rp 896,8 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) laba Rp 3,088 triliun, PT PGN Tbk (PGAS) laba Rp 6,11 triliun, PT Semen Gresik (SMGR) Tbk laba Rp 3,95 triliun, PT Indofarma Tbk (INAF) laba Rp 36,92 miliar, dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) meraih untung Rp 171,76 miliar.
Masih pula ada PT Telkom Tbk (TLKM) laba Rp 15,47 triliun, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Rp 182,69 miliar, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) laba Rp 240,22 miliar, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rp 390,94 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) laba Rp 12,69 triliun, PT BNI Tbk (BBNI) laba Rp 5,8 triliun, PT BRI Tbk (BBRI) laba Rp 15,08 triliun, PT BTN Tbk (BBTN) laba Rp 1,11 triliun, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) laba Rp 1,31 triliun, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) laba Rp 808,66 miliar, serta PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) laba Rp 1,022 triliun.
(wep/ang)











































