Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 2,025 poin (0,05%) ke level 4.078,647 karena para pelaku pasar masih menanti kepastian The Federal Reserve mengenai paket stimulus ketiga untuk ekonomi AS.
Memulai perdagangan dengan lambat, IHSG pun bergerak fluktuatif. Tak lama, indeks mulai menanjak secara perlahan dan menembus posisi tertinggi hari ini di 4.102,503.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli selektif terjadi di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan malah banyak yang terkena koreksi setelah kemarin naik cukup tinggi.
Saham-saham berbasis tambang dan infrastruktur yang kena koreksi paling tinggi. Sedangkan sektor saham lainnya masih berhasil menguat di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 72.878 kali pada volume 3,912 juta lot saham senilai Rp 1,914 triliun. Sebanyak 109 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di regional tidak banyak berubah sejak pagi tadi, masih berjalan mixed. Pelaku pasar regional masih menunggu pidato lanjutan Bernanke di depan kongres AS.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,58 poin (0,03%) ke level 2.161,77. Β
- Indeks Hang Seng melemah 150,07 poin (0,77%) ke level 19.305,26. Β
- Indeks Nikkei 225 naik 26,01 poin (0,30%) ke level 8.781,01.
- Indeks Straits Times turun 3,27 poin (0,11%) ke level 3.011,53. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 23.000, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 11.750, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.450, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.450.
(ang/dnl)











































