Produsen chip komputer, Intel Corp, menurunkan prediksi pertumbuhannya akibat lambatnya ekonomi global, tapi marjin laba perusahaan tetap sehat sehingga sahamnya melonjak 3,3% ke level US$ 26,21 per lembar.
"Pendapatan emiten-emiten memang sedikit melambat, tapi semuanya melebihi ekspektasi pasar. Para analis sudah menurunkan target, tapi emiten masih bisa menumbuhkan laba," kata Kim Forrest, analis pasar senior dari Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, dikutip dari Reuters, Kamis (19/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Gubernur the Fed Ben Bernanke dalam pidatonya di depan kongres AS berkali-kali menyinggung soal pemberian stimulus jika dibutuhkan. Namun, pernyataan Bernanke itu sama sekali tidak tegas apakah akan memberikan stimulus.
"Penggerak utama adalah (sektor) teknologi, didorong oleh Intel. Padahal sebelumnya banyak yang meragukan intel bisa menumbuhkan laba," kata Michael James, broker senior dari bank Wedbush Morgan di Los Angeles.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melesat 103,16 poin (0,81%) ke level 12.908,70. Indeks Standard & Poor's 500 menanjak ke level 9,11 poin (0,67%) ke level 1.372,78. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 32,56 poin (1,12%) ke level 2.942,60.
(ang/ang)










































