Perusahaan Agrobisnis Raksasa Brasil Tunda IPO Rp 4,5 Triliun

Perusahaan Agrobisnis Raksasa Brasil Tunda IPO Rp 4,5 Triliun

Metta Pranata - detikFinance
Jumat, 20 Jul 2012 14:20 WIB
Perusahaan Agrobisnis Raksasa Brasil Tunda IPO Rp 4,5 Triliun
Foto: Reuters
Sao Paulo - Perusahaan raksasa Brasil yaitu Louis Dreyfus Commodities menunda debut saham unit gula, etanol, dan bionerginya melantai di bursa Sao Paulo. Alasannya, karena ketidakpastian pasar.

Pernyataan tertulis perusahaan menyebut, keputusan itu dibuat setelah meeting jajaran direksi Biosev Rabu di Sao Paulo. Hingga Juni lalu, para direksi itu hanya diketahui sebagai LDC-Sev.

"Ketidakpastian di pasar keuangan merupakan alasan kami menunda debut perdagangan di pasar baru," kata anak perusahaan agrobisnis raksasa Perancis tersebut, dikutip dari AFP (20/7/2012). Unit Dreyfus mengumumkan pengajuan IPO di bursa Sao Paulo pada Mei lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden dewan direksi Biosev Kenneth Gold bersikeras perusahaannya memiliki paparan yang baik di pasar Brasil maupun internasional. "Kami percaya diri bahwa ketika gambaran ekonomi membaik, akan ada kesempatan baru untuk meluncurkan IPO kami," tambahnya.

Biosev tidak memberikan angka namun media Brasil berspekulasi perusahaan itu ingin mencari dana segar sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Unit Dreyfus mengelola 330 ribu hektar lahan dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di Brasil.

Dengan 13 lahan di tanah Brasil, Biosev merupakan perusahaan gula, etanol dan bioenergi terbesar kedua di dunia. Brasil adalah produsen dan eksportir gula pertama terbesar di dunia dan produsen etanol terbesar kedua setelah AS.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads