Pernyataan tertulis perusahaan menyebut, keputusan itu dibuat setelah meeting jajaran direksi Biosev Rabu di Sao Paulo. Hingga Juni lalu, para direksi itu hanya diketahui sebagai LDC-Sev.
"Ketidakpastian di pasar keuangan merupakan alasan kami menunda debut perdagangan di pasar baru," kata anak perusahaan agrobisnis raksasa Perancis tersebut, dikutip dari AFP (20/7/2012). Unit Dreyfus mengumumkan pengajuan IPO di bursa Sao Paulo pada Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biosev tidak memberikan angka namun media Brasil berspekulasi perusahaan itu ingin mencari dana segar sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Unit Dreyfus mengelola 330 ribu hektar lahan dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di Brasil.
Dengan 13 lahan di tanah Brasil, Biosev merupakan perusahaan gula, etanol dan bioenergi terbesar kedua di dunia. Brasil adalah produsen dan eksportir gula pertama terbesar di dunia dan produsen etanol terbesar kedua setelah AS.
(dnl/dnl)











































