Bursa Asia Tumbang Akibat Sentimen Global, IHSG Anjlok 71 Poin

Bursa Asia Tumbang Akibat Sentimen Global, IHSG Anjlok 71 Poin

- detikFinance
Senin, 23 Jul 2012 16:08 WIB
Bursa Asia Tumbang Akibat Sentimen Global, IHSG Anjlok 71 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 71 poin berbarengan dengan bursa-bursa Asia akibat buruknya sentimen global. Krisis utang Uni Eropa memicu maraknya aksi jual di lantai bursa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.470 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG ambles 40,238 poin (0,99%) ke level 4.040,963 akibat aksi jual investor menyusul kekhawatiran krisis utang Uni Eropa yang kembali muncul. Indeks kompak jatuh bersama bursa-bursa Asia lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor kembali ketakutan akan situasi ekonomi global. Pasanya, Spanyol yang baru saja mendapat dana bantuan untuk perbankannya disinyalir akan kembali membutuhkan tambahan dana untuk negaranya.

Investor kurang bersemangat bertransaksi di hari pertama perdagangan bulan puasa. Meski minim transaksi, tapi marak aksi jual. Sehingga indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.004,211.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 62,586 poin (1,54%) ke level 4.018,615 akibat maraknya aksi ambil untung. Investor khawatir krisis utang Eropa bisa kembali memanas setelah Spanyol diprediksi butuh tambahan bailout.

Seluruh lapisan saham terkena aksi jual, mulai dari saham unggulan sampai saham lapis dua. Empat indeks sektoral bahkan terkena koreksi sangat dalam, lebih dari dua persen.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (23/7/2012), IHSG anjlok 71,408 poin (1,75%) ke level 4.009,793. Sementara Indeks LQ45 terjun bebas 13,171 poin (1,90%) ke level 682,26.

Sentimen negatif dari Uni Eropa membuat investor khawatir ekonomi global semakin melambat. Saham-saham berbasis komoditas paling banyak dilepas investor akibat kekhawatiran melambatnya permintaan.

Meski tidak besar, dana asing kembali keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 137,108 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 95.274 kali pada volume 6,746 juta lot saham senilai Rp 3,474 triliun. Sebanyak 29 saham naik, sisanya 262 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan jatuh sangat dalam di teritori negatif. Pasar saham Hong Kong tidak tertolong lagi, jatuh sangat dalam memipin kejatuhan bursa regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 27,24 poin (1,26%) ke level 2.141,40.  
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 587,33 poin (2,99%) ke level 19.053,47.  
  • Indeks Nikkei 225 ambles 161,55 poin (1,86%) ke level 8.508,32.  
  • Indeks Straits Times turun 39,95 poin (1,32%) ke level 2.975,58.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Eatertainment (SMMT) naik Rp 170 ke Rp 950, Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 5.500, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 ke Rp 6.000, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 50 ke Rp 3.850,.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 21.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 21.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 57.850, dan Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 190.500.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads