Laba Bersih BRI Naik 45,6%

Semester I/2004

Laba Bersih BRI Naik 45,6%

- detikFinance
Rabu, 25 Agu 2004 17:24 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatat laba bersih semester I/2004 yang telah diaudit sebesar Rp 1,721 triliun atau naik 45,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2003 Rp 1,182 triliun. Peningkatan laba bersih tersebut karena adanya kenaikan dari pendapatan bunga dan pendapatan kredit.Pendapatan bunga semester I/2004 sebesar Rp 7,695 triliun dibandingkan semester I/2003 yang sebesar Rp 7,448 triliun. Sedangkan pendapatan bunga kredit semester I/2004 sebesar Rp 5,405 triliun naik dibandingkan semester I/2003 yang sebesar Rp 4,725 triliun.Demikian diungkapkan Dirut BRI Rudjito dalam jumpa pers dikantor BRI, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (25/8/2004). Laporan keuangan ini diaudit oleh auditor Ernst & Young-Prasetyo, Sarwoko & Sanjaya.Menurut Rudjito selama semester I/2004, BRI menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 79,649 triliun dengan komposisi 68 persen giro dan tabungan, 32 persen deposito. Sedangkan total kredit yang telah disalurkan sebesar Rp 54,970 triliun dimana kredit baru yang diberikan selama semester I/2004 Rp 7,4 triliun atau 64 persen dari total kredit baru yang ditargetkan tahun ini Rp 11 triliun."Kita optimis target kredit baru tahun 2004 bisa tercapai karena selama semester I/2004 telah tersalurkan sebanyak 64 persen," kata Rudjito. Kredit yang diberikan itu untuk sektor UMKM sebesar 86,77 persen dan korporasi 13,23 persen.Sementara pendapatan sebelum pajak yang diperoleh BRI sebesar Rp 2,664 triliun naik 45,27 persen dibandingkan laba sebelum pajak semester I/2003 yang sebesar Rp 1,765 triliun.Kinerja BRI lainnya yakni mencatat CAR 20,36 persen, LDR 69,02 persen, NPL nett 3,11 persen, NPL gross 6,46 persen dengan laba bersih per saham Rp 146,28.Pembelian Bank PermataMengenai rencana pembelian 51 persen Bank Permata menurut Rudjito hal itu merupakan kebijakan perseroan untuk melakukan akselerasi pengembangan bisnis dimana selama ini BRI lebih kuat di pedesaan dengan UMKM. Dengan pembelian saham Bank Permata ini maka bisa mengkomplementer Bank Permata yang lebih banyak di perkotaan.Menurut Rudjito, BRI bisa saja memperbesar bisnisnya dengan melakukan organic growth atau pemberian kredit tapi hal ini akan membutuhkan waktu yang lama sementara dengan ikut divestasi Bank Permata merupakan peluang bisnis yang cukup potensial. Saat ini total modal BRI mencapai Rp 10 triliun, sehingga jika mengikuti ketentuan BMPK Bank Indonesia sebanyak 10 persen hanya bisa menganggarkan Rp 1 triliun. Tapi, lanjut Rudjito, dana sebesar Rp 1 triliun harus dikurangi dengan penyertaan BRI di anak perusahaan Sanwa Finance sebesar Rp 200 miliar sehingga angka yang keluar sebesar Rp 800 miliar.Menyangkut keikutsertaan dalan komsorsium Jamsostek menurutnya hal itu tergantung dari keputusan Jamsostek. "Kita sudah serahkan proposal ke mereka," ujarnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads