Berdasarkan laporan keuangan AALI yang dipublikasikan, Rabu (25/7/2012), penurunan kinerja laba ini disebabkan oleh meningkatnya beban perseroan.
Pendapatan bersih perusahaan sektor perkebunan ini sejatinya naik tipis dari Rp 5,296 triliun menjadi Rp 5,646 triliun hingga Juni 2012. Namun kenaikan beban pendapatan justri lebih besar sekitar Rp 610,5 miliar menjadi Rp 3,85 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, pada periode Januari-Juli 2012 perseroan telah memproduksi Crude Palm Oil (CPO) 636,497 ribu ton atau naik 7,1% dari periode sebelumnya 594,163 ribu ton. Kenaikan produksi didukung oleh peningkatan Tandan Buah Segar (TBS) dari 2,27 juta ton menjadi 2,45 juta ton.
Sementera produksi kernel juga naik 13,9% menjadi 140.539 ton, dari periode sebelumnya 123,397 ton. Produksi FFB wilayah Sumatera sepanjang Januari hingga Juni mencapai 1,044 juta ton. Sedangkan wilayah Kalimantan dan Sulawesi masing-masing 939,512 ribu ton dan 462,978 ribu ton.
(wep/dru)











































