Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik tipis 8 poin setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Indeks menjadi satu-satunya yang berhasil menguat di antara pasar saham Asia.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.480 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.495 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 16,970 poin (0,43%) ke level 3.975,143 tertekan melambatnya ekonomi Eropa akibat krisis. Indeks semakin menjauhi level psikologis 4.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks langsung jatuh ke zona merah pada pembukaan perdagangan. Tak lama, indeks sempat naik tipis ke zona hijau lalu kembali terpleset.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 3,031 poin (0,07%) ke level 3.995,144 di tengah perdagangan yang sepi setelah sebelumnya berfluktuatif.
Memasuki perdagangan sesi sore, aksi beli investor mulai muncul meski tidak banyak. Indeks pun bergerak fluktuatif dan mondar-mandir antara zona hijau dan merah.
Menutup perdagangan, Rabu (25/7/2012), IHSG naik tipis 8,726 poin (0,21%) ke level 4.000,839. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,712 poin (0,10%) ke level 678,812.
Aksi beli menyasar saham-saham lapis dua. Penguatannya cukup menutupi aksi jual yang terjdi di saham-saham unggulan terkait melemahnya harga komoditas dunia.
Investor asing paling getol jual saham hari ini, dana asing pun hengkang lagi dari lantai bursa. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 664,189 miliar di seluruh pasar.
Β
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 105.762 kali pada volume 5,667 juta lot saham senilai Rp 3,828 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional menutup perdagangan hari ini dengan suram, tak satu pun berhasil mendarat di zona hijau kecuali IHSG. Bahkan, bursa saham Jepang anjlok hampir 1,5%.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 10,44 poin (0,49%) ke level 2.136,15. Β
- Indeks Hang Seng menipis 25,87 poin (0,14%) ke level 18.877,33. Β
- Indeks Nikkei 225 anjlok 122,19 poin (1,44%) ke level 8.365,90. Β
- Indeks Straits Times melemah 6,79 poin (0,23%) ke level 2.991,65. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sepatu Bata (BATA) naik Rp 7.200 ke Rp 60.000, Jemblo Cable (JECC) naik Rp 525 ke Rp 3.000, Sarana Menara (TWOR) naik Rp 500 ke Rp 16.500, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 57.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 35.000, Bank Mega (MEGA) turun Rp 300 ke Rp 2.900, Astra Agro (AGRO) turun Rp 250 ke Rp 21.900, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.900.










































