Saham Apple, yang punya kapitalisasi pasar terbesar di pasar saham Amerika Serikat (AS) melaporkan kinerja yang sedikit di bawah ekspektasi pasar. Salah satu pemicunya adalah ekonomi Eropa yang stagnan dan penjualan iPhone yang mandek karena konsumer menunggu seri terbaru akhir tahun ini.
Saham perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini jatuh 4,3% ke level US$ 574,97 per lembar. Jika tidak ada koreksi di saham Apple itu, indeks S&P bisa ditutup menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak ekspektasi yang meleset selama ini, tapi sekarang ini jadi hal yang positif di pasar," kata Jack Ablin, kepala investasi dari Harris Private Bank di Chicago, dikutip Reuters, Kamis (26/7/2012).
Pelaku pasar juga mengharapkan adanya tambahan stimulus dari Federal Reserve untuk menggenjot ekonomi. The Wall Street Journal kemarin melaporkan bahwa bank sentral sedang menggodok rencana tersebut.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 58,73 poin (0,47%) ke level 12.676,05. Indeks Standard & Poor's 500 menipis ke level 0,42 poin (0,03%) ke level 1.337,89. Indeks Komposit Nasdaq melemah ke level 8,75 poin (0,31%) ke level 2.854,24.
(ang/ang)











































