Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Kamis (26/7/2012).
Pendapatan bersih perseroan sepanjang Januari-Juni 2012 tercatat Rp 911,15 miliar atau naik Rp 262.884 miliar dari posisi sebelumnya Rp 648,26 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban pokok pendapatan juga meningkat dari Rp 429,096 miliar menjadi Rp 653,284 miliar. Akibatnya laba kotor ASGR mencapai Rp 257,86 miliar di akhir semester I-2012. Laba ini meningkat 17,65% dari sebelumnya Rp 219,17 miliar.
Laba usaha juga meningkat dari Rp 64,54 miliar di semester I-2011 menjadi Rp 92,53 miliar di semester I-2012. Sedangkan pencapaian laba sebelum pajak ASGR tercatat Rp 92,41 miliar, naik Rp 24,016 miliar dari posisi sebelumnya Rp 68,39 miliar.
Sementara jumlah aset perseroan mencapai Rp 1,26 triliun atau naik tipis Rp 136 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,126 triliun. Kewajiban juga meningkat dari Rp 569,502 miliar menjadi Rp 705,13 miliar.
Menurut Presiden Direktur ASGR Lukito Dewandaya, kenaikan kewajiban disebabkan oleh penarikan pinjaman bank dan utang sewa pembiayaan (bersih) sebesar Rp 161,9 miliar untuk membiayai bisnis.
"Manajemen sudah memperhitungkan dampak perubahan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan," kata Lukito.
(wep/ang)











































