Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menerangkan, ruas tol Jabodetabek memang masih menjadi penyumbang pendapatan tertinggi. Karena arus kendaraan relatif padat. Masyarakat memilih jalan tol karena melihat jalan non tol yang selalu macet.
Tol Cawang-Tomang-Cengkareng, Jakarta-Cikampek, serta tol Purbaleunyi menjadi tiga besar penyumbang omzet Jasa Marga. Berikut daftar 5 tol yang menyumbang uang terbesar kepada Jasa Marga dikutip dari laporan keuangan Jasa Marga, Jumat (27/7/2012):
1. Tol Cawang-Tomang-Cengkareng
|
Foto: Dok. Jasa Marga
|
Ruas ini sering disebut Jalan Tol Dalam Kota atau Jakarta Intra Urban Tollways. Ruas ini mulai beroperasi sejak 1987. Ruas ini dibangun seiring dengan pertumbuhan Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis, di mana mobilitas orang dan barang makin meningkat pula.
Dengan menghubungkan Cawang hingga Pluit, jalan tol sepanjang 23,55 km ini saat ini terintegrasi dengan empat jalan tol yang menuju ke berbagai wilayah yaitu, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Tangerang-Merak, serta Jalan Tol Prof Dr. Ir. Sedyatmo.
Jalan tol yang memiliki 3x2 jalur ini kerap padat pada jam-jam tertentu terutama saat menjelang masuk kerja dan pulang kerja.
2. Tol Jakarta-Cikampek
|
Foto: Dok. Jasa Marga
|
Tol Jakarta-Cikampek memiliki panjang 83 km mulai dioperasikan oleh Jasa Marga semenjak 1988. Kini Jakarta-Cikampek berkembang diantaranya mayoritas memiliki 4 lajur untuk 2 Jalur, ditambah 10 interchange (simpang susun), 27 pelintasan kendaraan, 16 jembatan penyeberangan, dan 18 gerbang tol.
Jalan tol yang dikelola cabang Jakarta-Cikampek ini akan menjadi ruas yang terpadat dari jaringan jalan tol Trans Jawa. Jalan tol ini terhubung dan terintgrasi dengan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), serta Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi).
3. Tol Purbaleunyi
|
Foto: Dok. Jasa Marga
|
Tahun 2005 dengan dioperasikannya proyek jalan tol Cipulrang sepanjang 64,4 km, maka lengkaplah Jalan Tol Purbaleunyi menjadi salah satu ruas terpanjang yang menghubungkan kota Bandung dan Jakarta melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Hingga semester I-2012 total pendapatan dari ruas Purbaleunyi mencapai Rp 442,491 miliar, naik dibandingkan posisi sebelumnya Rp 373,676 miliar.
Jalan Purbaleunyi, terutama ruas Cikampek-Padalarang, merupakan jalan tol panoramic yang memiliki pemandangan spektakuler. Ruas ini melintasi bukit dan jurang juga memiliki nilai pariwisata yang tinggi, sehingga banyak tempat istirahat moderen di jalan tol ini juga menawarkan pemandangan sebagai daya tariknya.
4. Jakarta Outer Ring Road (JORR)
|
Foto: Dok. Jasa Marga
|
Tol ini memiliki panjang 42 km, di mana komposisi pemegang saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk 99% dan PT Induk Koperasi Karyawan Jasa Marga 1%.
PT JLJ menyelenggarakan pengoperasian, pengamanan dan pemeliharaan aset pada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road) dari Cilincing hingga Ulujami. Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta saat terintegrasi dengan Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan jalan tol UlujamiβSerpong.
5. Tol Jagorawi
|
Foto: Dok. Jasa Marga
|
Jagorawi menghubungkan Jakarta, Cibubur, Citeureup, Bogor, hingga Ciawi. Pengoperasian Jagorawi menjadi tonggak sejarah kelahiran Jasa Marga sebagai perusahaan pengembang dan operator jalan tol di Indonesia.
Saat ini Jalan Tol Jagorawi tersambung dengan berbagai ruas jalan tol lain, yaitu Jalan Tol Dalam Kota, Jalan tol Lingkar Luar Jakarta, dan Bogor Ring Road. Volume lalu lintas tol Jagorawi terus meningkat dan hingga 2011 mencapai 465.736 kendaraan rata-rata per hari.
Halaman 2 dari 6











































