Ini 5 Jalan Tol Penyumbang Uang Terbanyak ke Jasa Marga

Ini 5 Jalan Tol Penyumbang Uang Terbanyak ke Jasa Marga

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2012 14:31 WIB
Ini 5 Jalan Tol Penyumbang Uang Terbanyak ke Jasa Marga
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - BUMN operator jalan tol, yaitu PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat pendapatan Rp 3,273 triliun selama semester I-2012. Sebanyak Rp 2,69 trilun dikontribusikan dari pendapatan jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menerangkan, ruas tol Jabodetabek memang masih menjadi penyumbang pendapatan tertinggi. Karena arus kendaraan relatif padat. Masyarakat memilih jalan tol karena melihat jalan non tol yang selalu macet.

Tol Cawang-Tomang-Cengkareng, Jakarta-Cikampek, serta tol Purbaleunyi menjadi tiga besar penyumbang omzet Jasa Marga. Berikut daftar 5 tol yang menyumbang uang terbesar kepada Jasa Marga dikutip dari laporan keuangan Jasa Marga, Jumat (27/7/2012):

1. Tol Cawang-Tomang-Cengkareng

Foto: Dok. Jasa Marga
Tol Cawang-Tomang-Cengkareng ini hingga paruh pertama 2012 mencatat pendapatan Rp 514,447 miliar, naik Rp 55,59 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 458,85 miliar.

Ruas ini sering disebut Jalan Tol Dalam Kota atau Jakarta Intra Urban Tollways. Ruas ini mulai beroperasi sejak 1987. Ruas ini dibangun seiring dengan pertumbuhan Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis, di mana mobilitas orang dan barang makin meningkat pula.

Dengan menghubungkan Cawang hingga Pluit, jalan tol sepanjang 23,55 km ini saat ini terintegrasi dengan empat jalan tol yang menuju ke berbagai wilayah yaitu, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Tangerang-Merak, serta Jalan Tol Prof Dr. Ir. Sedyatmo.

Jalan tol yang memiliki 3x2 jalur ini kerap padat pada jam-jam tertentu terutama saat menjelang masuk kerja dan pulang kerja.

2. Tol Jakarta-Cikampek

Foto: Dok. Jasa Marga
Ruas ini berhasil mendulang pendapatan Rp 425,401 miliar, atau naik dibandingkan sebelumnya Rp 387,029 miliar. Tol Jakarta-Cikampek mencatat volume lalu lintas rat-rata per hari 483.156 kendaraan.

Tol Jakarta-Cikampek memiliki panjang 83 km mulai dioperasikan oleh Jasa Marga semenjak 1988. Kini Jakarta-Cikampek berkembang diantaranya mayoritas memiliki 4 lajur untuk 2 Jalur, ditambah 10 interchange (simpang susun), 27 pelintasan kendaraan, 16 jembatan penyeberangan, dan 18 gerbang tol.

Jalan tol yang dikelola cabang Jakarta-Cikampek ini akan menjadi ruas yang terpadat dari jaringan jalan tol Trans Jawa. Jalan tol ini terhubung dan terintgrasi dengan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), serta Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi).

3. Tol Purbaleunyi

Foto: Dok. Jasa Marga
Tol yang menghubungkan Purwakarta-Bandung-Padaleunyi (Purbaleunyi) membentang hampir 123 km. Ruas ini dioperasikan oleh cabang Purbaleunyi ini pada awalnya mengoperasikan jalan tol ruas Padalarang-Cileunyi sepanjang 58,5 km sejak 1991.

Tahun 2005 dengan dioperasikannya proyek jalan tol Cipulrang sepanjang 64,4 km, maka lengkaplah Jalan Tol Purbaleunyi menjadi salah satu ruas terpanjang yang menghubungkan kota Bandung dan Jakarta melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Hingga semester I-2012 total pendapatan dari ruas Purbaleunyi mencapai Rp 442,491 miliar, naik dibandingkan posisi sebelumnya Rp 373,676 miliar.

Jalan Purbaleunyi, terutama ruas Cikampek-Padalarang, merupakan jalan tol panoramic yang memiliki pemandangan spektakuler. Ruas ini melintasi bukit dan jurang juga memiliki nilai pariwisata yang tinggi, sehingga banyak tempat istirahat moderen di jalan tol ini juga menawarkan pemandangan sebagai daya tariknya.

4. Jakarta Outer Ring Road (JORR)

Foto: Dok. Jasa Marga
Tol JORR memberi kontribusi pendapatan Rp 595,797 miliar pada semester I-2012, atau naik dari periode sebelumnya Rp 495,033 miliar. JORR dioperasikan oleh kelompok usaha Jasa Marga, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).

Tol ini memiliki panjang 42 km, di mana komposisi pemegang saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk 99% dan PT Induk Koperasi Karyawan Jasa Marga 1%.

PT JLJ menyelenggarakan pengoperasian, pengamanan dan pemeliharaan aset pada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road) dari Cilincing hingga Ulujami. Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta saat terintegrasi dengan Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan jalan tol Ulujami–Serpong.

5. Tol Jagorawi

Foto: Dok. Jasa Marga
Tol ini mulai beroperasi pada 1978, dengan luas membentang 59 km. Pendapatan perseroan pada cabang Jagorawi mencapai Rp 246,268 miliar atau naik dari periode sebelumnya Rp 203,17 miliar.

Jagorawi menghubungkan Jakarta, Cibubur, Citeureup, Bogor, hingga Ciawi. Pengoperasian Jagorawi menjadi tonggak sejarah kelahiran Jasa Marga sebagai perusahaan pengembang dan operator jalan tol di Indonesia.

Saat ini Jalan Tol Jagorawi tersambung dengan berbagai ruas jalan tol lain, yaitu Jalan Tol Dalam Kota, Jalan tol Lingkar Luar Jakarta, dan Bogor Ring Road. Volume lalu lintas tol Jagorawi terus meningkat dan hingga 2011 mencapai 465.736 kendaraan rata-rata per hari.
Halaman 2 dari 6
(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads