Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Garuda paruh pertama tahun ini, Senin (30/7/2012), pendapatan maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu naik dari US$ 1,28 miliar menjadi US$ 1,52 miliar.
Beban usaha perseroan juga naik, tapi rasionya terhadap pendapatan lebih kecil, yaitu dari US$ 1,31 miliar menjadi US$ 1,5 miliar di paruh pertama tahun ini. Sehingga perseroan meraup laba usaha US$ 10,79 juta, dari sebelumnya rugi US$ 34,75 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi laba sebelum pajak itu tergerus beban pajak yang mencapai US$ 11,79 juta di semester I-2012, padahal tahun lalu pada periode yang sama justru manfaat pajak sebesar US$ 6,93 juta.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.08 waktu JATS, harga saham GIAA turun 10 poin (-1,31%) ke level Rp 750 per lembar. Sebanyak 14.479 lot sahamnya diperdagangkan 151 kali senilai Rp 5,4 miliar.
(ang/dnl)











































