Beban Pajak Tinggi, Garuda Merugi Rp 73 Miliar

Beban Pajak Tinggi, Garuda Merugi Rp 73 Miliar

- detikFinance
Senin, 30 Jul 2012 11:16 WIB
Beban Pajak Tinggi, Garuda Merugi Rp 73 Miliar
Jakarta - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) mencatat rugi bersih US$ 8,11 juta (Rp 72,9 miliar) di semester I-2012, jumlah rugi ini berkurang dari rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya US$ 18,49 juta. Kerugian terjadi akibat tingginya beban pajak perseroan.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Garuda paruh pertama tahun ini, Senin (30/7/2012), pendapatan maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu naik dari US$ 1,28 miliar menjadi US$ 1,52 miliar.

Beban usaha perseroan juga naik, tapi rasionya terhadap pendapatan lebih kecil, yaitu dari US$ 1,31 miliar menjadi US$ 1,5 miliar di paruh pertama tahun ini. Sehingga perseroan meraup laba usaha US$ 10,79 juta, dari sebelumnya rugi US$ 34,75 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ada kerugian lain-lain sebesar US$ 1 juta, perusahaan plat merah itu tetap raih laba sebelum pajak US$ 2 juta. Padahal sebelumnya perusahaan plat merah itu mendapat penghasilan lain-lain sebesar US$ 5,48 juta, tapi malah menderita rugi sebelum pajak US$ 29,27 juta.

Akan tetapi laba sebelum pajak itu tergerus beban pajak yang mencapai US$ 11,79 juta di semester I-2012, padahal tahun lalu pada periode yang sama justru manfaat pajak sebesar US$ 6,93 juta.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.08 waktu JATS, harga saham GIAA turun 10 poin (-1,31%) ke level Rp 750 per lembar. Sebanyak 14.479 lot sahamnya diperdagangkan 151 kali senilai Rp 5,4 miliar.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads