Perolehan laba tersebut sejalan dengan meningkatnya penghasilan perseroan hingga Rp 9,81 triliun di semester I-2012 yang lebih tinggi dari pada semesteri I-2011 yang sebesar Rp 6,93 triliun.
Dikutip detikFinance dari publikasi Laporan Keuangan Perseroan per Juni 2012, Senin (30/7/2012), laba usaha IMAS tercatat meningkat dari Rp 478,44 miliar di semester I-2011 menjadi Rp 530,34 miliar di semeter I-2012. Sementara itu, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp 1,18 triliun di semester I-2012 atau meningkat dari perolehan semester I-2011 yang sebesar Rp 841,3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun laba komperhensif periode berjalan IMAS tercatat turun. Dari Rp 551,3 miliar menjadi Rp 544,9 miliar di semester I-2012.
Akibatnya, laba per saham yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penurunan. Tercatat laba per saham sebesar Rp 289 atau lebih rendah dari semester I-2011 yang sebesar Rp 326.
IMAS merupakan suatu kelompok usaha terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Perseroan didirikan pada tahun 1976 dengan nama PT Indomobil Investment Corporation dan pada tahun 1997 dilakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Indomulti Inti Industri Tbk
Sejak saat itulah status Perseroan berubah menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, dengan kantor pusatnya di Wisma Indomobil I, lantai 6, Jl. MT. Haryono Kav 8, Jakarta Timur - 13330.
Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan meliputi: pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang dengan merek “IndoParts”, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif serta kelompok usaha pendukung lainnya.
(dru/ang)











































