Sekretaris Perusahaan TINS, Agung Nugroho dalam rilis yang dipublikasikan Senin (30/7/2012) menjelaskan, laba kotor perseroan juga menurun dari Rp 1,25 triliun di semester I-2011 menjadi Rp 790 miliar di semester I-2012.
Produksi timah perseroan juga diketahui menurun pada semester I-2012 menjadi 16.839 ton sn dibandingkan periode yang sama tahun lalu 17.701 ton sn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab turunnya laba perseroan juga karena rendahnya harga jual timah di pasaran. Pada semester I-2012 harga jualnya sekitar US$ 22.565 atau lebih rendah 24% dibandingkan harga periode yang sama tahun lalu, US$ 29.541.
Harga logam timah (LME) tertinggi pada semester I-2012 adalah US$ 25.650 per mt dan terendah US$ 18.375 per mt dengan harga rata-rata sebesar US$ 21.791 per mt.
LME ini menujukkan turun 25% lebih dibandingkan periode sebelumnya US$ 29.337 per mt. "Sedangkan harga logam timah pada tanggal 27 Juli 2012 adalah US$ 17.700 per mt. Kurs pada akhir periode adalah Rp 9.480 per dolar US atau 10% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8.597 per dolar US$," jelasnya.
(wep/ang)











































