Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 10,800 poin (0,26%) ke level 4.109,921 menjelang pertemuan The Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) untuk membahas pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya.
Sambil menunggu, investor sesekali lakukan aksi beli selektif. Indeks sama sekali tak menyentuh zona merah hari ini dan sempat naik ke posisi tertingginya di 4.127,496.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan justru terkena aksi ambil untung setelah kemarin naik cukup tinggi. Penguatan kali ini merupakan andil dari perburuan saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri dan industri dasar.
Saham-saham emiten yang sudah melaporkan kinerja positif langsung diserbu. Sedangkan saham-saham emiten yang kinerjanya negatif, langsung terkena tekanan jual.
Investor asing paling semangat beli saham di tengah aksi tunggu investor lokal. Transaksi asing hingga siang ini sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 70.879 kali pada volume 3,517 juta lot saham senilai Rp 2,807 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed, tak berubah sejak pagi tadi. Rata-rata pasar saham regional masih bergerak dalam rentang yang tipis.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 1,43 poin (0,07%) ke level 2.108,49.Β
- Indeks Hang Seng menguat 167,95 poin (0,86%) ke level 19.753,35.Β
- Indeks Nikkei 225 naik 48,13 poin (0,56%) ke level 8.683,57.
- Indeks Straits Times turun 10,35 poin (0,34%) ke level 3.022,45.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) anik Rp 600 ke Rp 20.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 52.100, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 400 ke Rp 8.250, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 250 ke Rp 3.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.800, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 10.950, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 22.250, Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 150 ke Rp 5.250.
(ang/dru)











































