Demikian disampaikan Direktur Utama Indosat Harry Sasongko di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
"Hedging memang tidak bisa dilakukan 100%. Maka kita bisa lakukan natural hedging melalui penjualan menara ke Tower Bersama, karena transaksinya dalam dolar AS hingga tidak ada loss," kata Harry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transaksi Tower untuk kurangi (utang) dollar AS. Untuk transaksi per menara US$ 164 ribu. Terlebih kita dapat saham 5% TBIG," paparnya.
Seperti diketahui, perjanjian jual beli menara antara perseroan dengan Indosat sejatinya telah terjadi Februari lalu. Dimana Tower Bersama membeli 2.500 tower milik Indosat senilai US$ 519 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun.
Tower Bersama akan mengeluarkan saham baru sekitar 239,826 juta saham atau setara 5% dari modal ditempatkan. ISAT bertindak sebagai pembeli siaga.
Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi sebelumnya menargetkan transaksi tuntas di akhir Juni. Namun karena proses admistrasi yang lebih lama menjadikan transaksi masih molor.
"Ada masalah administari, masalah concern, dari lender kita. Sedikit lagi selesai, masalah di administrasi," tuturnya
Β
"Sekarang sudah dalam tahap akhir," imbuh Harry.
(wep/ang)











































