Antam Raih Penjualan Rp 4,5 Triliun, Turun 7%

Antam Raih Penjualan Rp 4,5 Triliun, Turun 7%

- detikFinance
Rabu, 01 Agu 2012 11:04 WIB
Antam Raih Penjualan Rp 4,5 Triliun, Turun 7%
Jakarta - Penjualan bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpaksa turun 7% menjadi Rp 4,5 triliun pada semester I-2012 seiring penurunan harga nikel. Hasil penjualan emas mampu menahan penurunan kinerja ANTM lebih dalam.

"Penjualan bersih tidak diaudit Antam turun 7% seiring dengan volume penjualan feronikel yang lebih rendah, juga disebabkan penurunan harga nikel," kata Sekretaris Perusahaan Antam, Tedy Badrujaman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/8/2012).

Kinerja perseroan masih tertolong komoditi emas yang memberi kontribusi 41% atau Rp 1,8 triliun terhadap total pendapatan ANTM. Disusul bijih nikel dengan kontribusi Rp 1,3 triliun atau 27% dari total penjualan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil fenonikel justru tidak seperti harapan. Nilai penjualan Fn hanya Rp 1,2 triliun atau turun 26% dari bandingkan periode sebelumnya.

"Selama April-Juni 2012, penjualan Antam mencapai Rp 2,1 triliun, turun 28% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 karena penurunan volume penjualan feronikel," tambahnya.

Lebih rinci perseroan menjelaskan, seiring optimalisasi smelter FeNi II, volume produksi Fn sepanjang semester I-2012 mencapai 8.009 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih rendah 19% dibandingkan periode sebelumnya.

"Tanggal 12 April 2012 Antam telah kembali mengoperasikan pabrik FeNi II. Target produksi feronikel tahun 2012 tetap tidak berubah, yakni 18.000 TNi," ucapnya.

Harga feronikel pun mengalami tekanan seiring kekhawatiran kondisi ekonomi global. Harga rata-rata feronikel pada semester I-2012 turun 24% dibandingkan sebelumnya, menjadi US$ 8,53 per pon.

Sementara produksi bijih nikel Antam di semester I-2012 meningkat 3% menjadi menjadi 4.041.119 ton metrik basah (wmt), dibandingkan dengan periode yang sama di 2011.

"Seiring dengan masih kuatnya permintaan nikel, penjualan bijih nikel di semester I-2012 mencapai 3.190.858 wmt atau naik 11% dibandingkan periode yang sama di 2011," paparnya.

Pada bagian lain, produksi bauksit perseroan di Tayan mencapai 62.301 wmt hingga Juni 2012. Total penjualan bauksit mencapai 31.402 wmt dengan nilai Rp 8 miliar.

Sedangkan batubara, perseroan mencatat penjualan domestik 365.682 ton senilai Rp 115 miliar. Produksi emas hitam ANTM ini terjadi pada wilayah Sarolangun, Jambi dengan volume mencapai 407.138 ton.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads