Demikian disampaikan Head of Investor Relations PT Adaro Energy Tbk, Cameron Tough dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/8/2012).
"Kami menurunkan panduan produksi untuk tahun 2012 karena pertimbangan kondisi pasar yang sulit," ucap Cameron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penjualan batubara mencapai 23,69 juta ton, dimana masing-masing triwulan I dan II masing-masing 11,25 juta ton dan 12,44 juta ton.
"Dimana produksi dari tambang E4000 (Wara) meningkat 55% (yoy) menjadi 2,07 juta ton. Seluruh volume penjualan untuk tahun ini telah dikontrak dan sebagian besar merupakan kontrak dengan harga yang ditetapkan berdasarkan harga tetap dan terkait dengan indeks," tuturnya.
Perseroan menghidari penjualan batubara di pasar spot, seiring lemahnya harga emas hitam ini.
"Sebagai pilihan bagi konsumen, kami telah memperkenalkan E4500 produk baru kami yang merupakan campuran antara E5000 (Tutupan) dan E4000 (Wara). Kami menjual 0,51 juta ton E4500 kepada dua konsumen yang berlokasi di Korea dan Indonesia," ucapnya.
"Kami yakin bahwa melemahnya harga batubara yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan, melainkan karena kelebihan pasokan," ucapnya.
(/)











































